Donald Trump Dievakuasi Akibat Penembakan di Jamuan Makan Malam

Donald Trump Dievakuasi Akibat Penembakan di Jamuan Makan Malam
Foto: Ilustrasi Donald Trump Dievakuasi Akibat Penembakan di Jamuan Makan Malam.

Aparat keamanan mengevakuasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump beserta sejumlah pejabat tinggi setelah terjadi insiden penembakan dalam acara jamuan makan malam jurnalis Gedung Putih. Dilansir dari Kompas, serangan tersebut dilakukan oleh seorang pria yang menerobos barisan pengamanan petugas pada tahun 2026.

Suara letusan senjata api terdengar saat Presiden Trump hadir bersama Ibu Negara Melania Trump. Personel pengamanan presiden langsung bergerak cepat membawa pasangan tersebut keluar dari lokasi acara demi menjamin keselamatan mereka dari ancaman pelaku.

Selain Presiden, evakuasi juga dilakukan terhadap Wakil Presiden JD Vance, Menteri Perang Pete Hegseth, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Laporan resmi menyatakan bahwa Presiden Trump serta seluruh pejabat tinggi yang hadir tidak mengalami luka dalam peristiwa mencekam tersebut.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, Presiden Trump menyampaikan apresiasi mendalam terhadap respons cepat aparat keamanan di lokasi. Ia mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan telah berhasil diringkus setelah sempat melakukan perlawanan terhadap petugas.

"orang gila" ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Presiden menyatakan keyakinannya bahwa tindakan kriminal tersebut memang direncanakan untuk mencelakai dirinya. Namun, kesiagaan petugas di lapangan mencegah terjadinya dampak yang lebih fatal bagi para tamu undangan yang hadir.

Identitas pelaku penembakan telah terungkap melalui data pihak kepolisian setempat. Tersangka diketahui bernama Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun yang berasal dari wilayah Torrance, California.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, Allen terlihat berlari menembus barikade petugas sebelum melepaskan beberapa tembakan ke arah kerumunan. Satu peluru dilaporkan mengenai seorang anggota pengamanan presiden, sementara pelaku kini telah berada dalam penahanan pihak berwenang.

Artikel terkait

Rekomendasi