Platform Digital Kuasai Pendapatan Iklan Global hingga 2030

Platform Digital Kuasai Pendapatan Iklan Global hingga 2030
Foto: Ilustrasi Platform Digital Kuasai Pendapatan Iklan Global hingga 2030.

Lembaga riset data Omdia memproyeksikan pergeseran masif periklanan dunia yang diperkirakan akan mencapai total pendapatan sebesar 1,6 triliun dollar AS pada tahun 2030 mendatang. Dominasi pasar kini beralih sepenuhnya ke platform digital dengan media sosial sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi tersebut.

Head of Media & Entertainment Omdia, Maria Rua Aguete, memaparkan data tersebut dalam ajang StreamTV Europe yang berlangsung di Lisbon, pekan ini. Dilansir dari Tekno, porsi iklan online diprediksi menyedot angka hampir 1,5 triliun dollar AS atau setara Rp 25.000 triliun pada akhir dekade ini.

Kesenjangan pertumbuhan antara sektor digital dan tradisional semakin melebar secara signifikan. Pada tahun 2026, iklan online diproyeksikan tumbuh pesat hingga 13 persen, sementara periklanan tradisional tercatat hanya tumbuh lambat di angka 2 persen.

"Media sosial melampaui indeks rata-rata dalam hal pengeluaran iklan per jam," ujar Maria Rua Aguete, Head of Media & Entertainment Omdia.

Pernyataan tersebut merujuk pada realita bahwa sebagian besar anggaran iklan dunia kini mengalir ke segelintir perusahaan teknologi raksasa. Maria Rua Aguete kemudian menambahkan detail mengenai alokasi dana yang terfokus pada beberapa platform utama.

"Dan sebagian besar pengeluaran ini mengalir ke segelintir pemain kecil (raksasa teknologi)," kata Maria Rua Aguete, Head of Media & Entertainment Omdia.

Data Omdia menunjukkan Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok menguasai lebih dari 90 persen total pendapatan iklan media sosial global. Meta, melalui Facebook dan Instagram, mendominasi secara absolut dengan menguasai 70 persen pangsa pasar iklan sosial dunia secara mandiri.

Sektor televisi juga mengalami perombakan drastis akibat gempuran format video media sosial. Maria meramalkan pendapatan dari Connected TV (CTV) atau televisi yang terhubung internet akan melampaui pendapatan iklan televisi linear pada dekade 2030-an.

"Dinamika kompetisi periklanan TV telah berubah total," tegas Maria Rua Aguete, Head of Media & Entertainment Omdia.

Pemain teknologi seperti Amazon, Netflix, dan Google kini telah mengamankan 20 persen porsi iklan CTV. Sebaliknya, pangsa pasar bagi pemancar siaran tradisional terus menyusut dan diproyeksikan hanya tersisa 25 persen pada tahun 2030, turun drastis dari angka 43 persen pada tahun 2020 lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi