Dokter Nina Asrini Noor Tekankan Urgensi Operasi Katarak Bayi

Dokter Nina Asrini Noor Tekankan Urgensi Operasi Katarak Bayi
Foto: Ilustrasi Dokter Nina Asrini Noor Tekankan Urgensi Operasi Katarak Bayi.

Penanganan katarak pada anak atau bayi harus segera dilakukan melalui tindakan medis guna mencegah gangguan penglihatan yang berdampak buruk pada proses tumbuh kembang mereka. Tindakan operasi yang cepat menjadi kunci penting untuk menyelamatkan masa depan penglihatan anak.

Urgensi penanganan medis tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Divisi Riset dan Pendidikan JEC Group, Nina Asrini Noor, pada Kamis (21/5), sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Kondisi katarak yang tidak segera diatasi dinilai bakal memicu efek jangka panjang yang merugikan bagi anak.

"Kalau untuk bayi itu (operasi) sedini mungkin. Bahkan kalau misalnya hitungannya masih bulan tetap harus operasi, karena kalau dibiarkan itu, efek jangka panjangnya artinya kita menyayangkan masa depannya gitu," kata Nina Asrini Noor, Kepala Divisi Riset dan Pendidikan JEC Group.

Katarak pada anak kecil maupun bayi merupakan kondisi berbahaya yang penanganannya tidak dapat ditunda-tunda. Dokter spesialis mata tersebut menegaskan bahwa intervensi bedah akan tetap dilakukan selama indikasi klinisnya sudah terpenuhi.

"Walaupun masih bayi, walaupun masih hitungannya satu bulan, due bulan, kalau memang sudah ada indikasi operasi katarak, kita akan lakuin operasi katarak," sambung Nina Asrini Noor, Kepala Divisi Riset dan Pendidikan JEC Group.

Salah satu pemicu utama munculnya katarak pada usia dini adalah faktor genetik yang bersifat sporadis atau acak. Hal ini mengakibatkan proses perkembangan organ mata menjadi tidak sempurna sejak awal sehingga lensa mata tidak jernih.

"Jadi pada anak-anak, balita, atau bayi, itu artinya memang memiliki genetik, faktor genetik di mana memang terjadi perkembangan matanya itu dari awal itu tidak sempurna sehingga lensanya tidak jernih," ujar Nina Asrini Noor, Kepala Divisi Riset dan Pendidikan JEC Group.

Faktor genetik ini tidak selalu diturunkan langsung dari orang tua, melainkan bisa dipengaruhi oleh kondisi masa kehamilan hingga asupan nutrisi. Tanpa operasi, penglihatan bayi yang tertutup katarak sejak awal berisiko tidak akan pernah bisa melihat.

"Penanganannya prinsipnya sama, tetap katarak itu harus dibuang karena lebih bahayanya lagi kalau pada anak-anak atau bahkan yang bayi, mereka itu kalau sejak awal penglihatannya tertutup oleh katarak, matanya tidak pernah bisa melihat," ungkap Nina Asrini Noor, Kepala Divisi Riset dan Pendidikan JEC Group.

Keterlambatan tindakan medis berisiko membuat kemampuan penglihatan anak tidak dapat pulih seperti masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, tingkat urgensi penanganan kasus katarak pada kelompok usia bayi dan anak jauh lebih besar dibandingkan pasien dewasa.

Artikel terkait

Rekomendasi