Tiga dokter gawat darurat berhasil menyelamatkan nyawa seorang pria yang mengalami henti jantung dalam penerbangan Singapore Airlines rute Singapura-Sydney pada Rabu, 22 April 2026. Penanganan medis intensif dilakukan di atas pesawat sebelum akhirnya melakukan pendaratan darurat di Adelaide, Australia, dilansir dari Detik Travel.
Kejadian bermula sekitar tiga jam setelah pesawat lepas landas saat seorang penumpang pria berusia 60-an tiba-tiba tidak sadarkan diri. Kanwar S. Lather, salah satu dokter yang berada di lokasi, segera memberikan pertolongan pertama setelah mendengar teriakan bantuan dari istri korban.
"Adakah seseorang yang bisa menolong?" teriak sang istri.
Lather bersama dua koleganya, Ian Mathews dari National University Hospital (NUH) dan Michael Fung dari Khoo Teck Puat Hospital, langsung melakukan prosedur resusitasi jantung paru (CPR). Ketiganya kebetulan sedang menempuh perjalanan menuju Sydney untuk menghadiri sebuah konferensi medis.
"Pria ini sekarat," kata Lather.
Tim medis tersebut memanfaatkan perlengkapan darurat yang tersedia di kabin, termasuk oksigen dan alat kejut jantung (AED). Meski AED telah disiapkan, alat tersebut tidak mendeteksi kebutuhan kejut listrik sehingga para dokter terus melanjutkan CPR secara manual dan pemberian obat melalui infus.
"Mereka mempersiapkan barang-barang seperti rumah sakit mini," ujar Lather.
Setelah tindakan penyelamatan selama 45 menit, detak jantung pasien kembali stabil dan ia mulai bernapas tanpa alat bantu. Pria yang diketahui memiliki riwayat operasi bypass jantung tersebut terus dipantau kondisinya oleh ketiga dokter hingga pesawat mendarat.
"Saya rasa pria itu selamat karena kami langsung bertindak dalam waktu satu menit setelah (serangan jantung) dimulai," kata Lather.
Pesawat mendarat di Bandara Adelaide sekitar pukul 06.00 waktu setempat guna mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Setelah menyerahkan pasien kepada tim medis darat, maskapai Singapore Airlines melanjutkan penerbangan menuju tujuan akhir di Sydney.