Disparekraf DKI Jakarta Manfaatkan Pelemahan Rupiah Gencarkan Promosi Wisata

Disparekraf DKI Jakarta Manfaatkan Pelemahan Rupiah Gencarkan Promosi Wisata
Foto: Ilustrasi Disparekraf DKI Jakarta Manfaatkan Pelemahan Rupiah Gencarkan Promosi Wisata.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan momentum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk menggencarkan promosi dan menawarkan sejumlah paket wisata kepada wisatawan mancanegara agar berkunjung ke ibu kota.

Langkah strategis ini diambil karena penurunan nilai mata uang domestik yang telah menembus level Rp 17.700 per dolar AS tersebut justru menjadi daya tarik bagi turis asing karena biaya perjalanan menjadi lebih terjangkau, seperti dilansir dari Detik Travel.

Peningkatan daya beli wisatawan asing di tengah kondisi ekonomi saat ini dinilai menjadi kesempatan besar bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk menjadwalkan kunjungan mereka ke Jakarta.

"Harusnya ini merupakan momen yang pas untuk terutama negara-negara tetangga sih, untuk datang ke Jakarta. Karena memang ketika rupiah melemah, semuanya jadi serba murah (bagi wisatawan mancanegara)," kata Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Lucky Wulandari.

Situasi ini dilaporkan memicu perpanjangan durasi tinggal para pelancong asing yang berkunjung ke Jakarta karena biaya yang dikeluarkan menjadi lebih kompetitif.

"Jadi paket-paketnya yang tadinya misalnya satu hari, dua hari, dari wisatawan, terutama tetangga ya, Malaysia, Singapura, ini bisa lebih lama dengan harga lebih kompetitif," tambah Lucky Wulandari.

Pemerintah daerah kemudian mengintegrasikan upaya penarikan minat berbelanja ini melalui pelaksanaan agenda tahunan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026.

"Kita mendukung ya FJGS 2026. Dari top 3 wisatawan mancanegara Jakarta, yaitu Malaysia, China, Jepang , khususnya Malaysia memang utamanya datang ke Jakarta ingin kulineran dan berbelanja. Jadi untuk mereka mendapatkan informasi ini, itulah peran kami terus mempublikasikan secara masif, baik di dalam maupun luar negeri," kata Lucky Wulandari.

Guna memaksimalkan target kunjungan dari kawasan Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura, Disparekraf DKI Jakarta mengalokasikan publikasi khusus pada media cetak internasional yang dijadwalkan terbit untuk edisi Juni-Juli.

"Harapannya lebih banyak datang ke Jakarta berbelanja," tambah Lucky Wulandari.

Artikel terkait

Rekomendasi