Dinosaurus Jadi Penyebab Evolusi Mamalia Sulit Berumur Panjang

Dinosaurus Jadi Penyebab Evolusi Mamalia Sulit Berumur Panjang
Foto: Ilustrasi Dinosaurus Jadi Penyebab Evolusi Mamalia Sulit Berumur Panjang.

Eksistensi mamalia dalam mencapai usia panjang diduga terhambat oleh warisan evolusi dari era dinosaurus. Ilmuwan mikrobiologi dari University of Birmingham, Joao Pedro de Magalhaes, mengungkapkan bahwa dominasi reptil raksasa tersebut telah mengubah drastis jalur perkembangan genetik mamalia di Bumi.

Dilansir dari Detik iNET, fokus evolusi mamalia yang mulanya berpotensi mengarah pada ketahanan hidup jangka panjang justru beralih demi kecepatan reproduksi. Strategi ini diambil karena upaya memperpanjang usia dianggap sia-sia apabila hewan tersebut pada akhirnya menjadi mangsa dinosaurus predator.

Dalam makalah yang rilis di jurnal BioEssays pada 2023, de Magalhães memaparkan bahwa tekanan lingkungan yang ekstrem selama jutaan tahun memaksa nenek moyang mamalia untuk memprioritaskan kelangsungan spesies melalui perkembangbiakan yang masif. Hal ini berdampak pada hilangnya fungsi gen tertentu.

"Hipotesis saya adalah bahwa tekanan evolusi yang begitu lama pada mamalia purba untuk bereproduksi secara cepat telah menyebabkan hilangnya atau nonaktifnya gen-gen dan jalur yang berkaitan dengan umur panjang," tutur de Magalhães.

Ia memperkenalkan konsep yang disebut sebagai hipotesis leher botol umur panjang. Menurutnya, teori ini didukung oleh bukti kuat bahwa kelompok mamalia tidak memiliki kemampuan regeneratif seperti yang dimiliki oleh beberapa spesies hewan lainnya di planet ini.

"Saya menyebutnya sebagai hipotesis leher botol umur panjang, yang semakin didukung fakta bahwa mamalia tidak punya sifat-sifat regeneratif," ujar de Magalhães.

Meskipun spesies modern seperti manusia, paus, dan gajah secara teknis memiliki umur yang lebih lama, Joao menilai batasan genetik dari zaman purba tetap melekat. Selama 100 juta tahun, mamalia dipaksa hidup dalam ukuran kecil dan hanya aktif pada malam hari untuk menghindari ancaman.

"Berevolusi di masa kekuasaan dinosaurus meninggalkan warisan jangka panjang bagi mamalia. Selama lebih dari 100 juta tahun saat dinosaurus predator dominan, mamalia umumnya berukuran kecil, aktif di malam hari, dan berumur pendek," kata de Magalhães.

Tekanan untuk bertahan hidup tersebut secara perlahan mengeliminasi gen yang diperlukan untuk memperlambat proses penuaan biologis. Joao membandingkan kondisi ini dengan reptil yang memiliki proses penuaan jauh lebih lambat karena tidak mengalami tekanan evolusi yang serupa pada masa tersebut.

"Sejumlah mamalia purba terpaksa hidup di posisi bawah rantai makanan dan kemungkinan besar menghabiskan waktu selama 100 juta tahun di era dinosaurus untuk berevolusi agar bisa bertahan hidup melalui reproduksi yang cepat. Periode panjang tekanan evolusi tersebut, menurut pendapat saya, berdampak pada bagaimana manusia mengalami proses penuaan saat ini," ucap de Magalhães.

Keterbatasan Perbaikan Seluler

Hilangnya enzim-enzim krusial sejak Era Mesozoikum diyakini menjadi penyebab mamalia memiliki keterbatasan dalam memulihkan kerusakan tubuh. Salah satu contoh nyatanya adalah hilangnya kemampuan memulihkan kulit dari paparan sinar ultraviolet serta pertumbuhan gigi yang tidak berlanjut seumur hidup.

Joao menekankan bahwa dunia hewan sebenarnya memiliki banyak contoh luar biasa terkait perbaikan dan regenerasi sel. Namun, bagi mamalia purba, informasi genetik semacam itu mungkin dianggap tidak mendesak untuk dipertahankan dibandingkan kebutuhan untuk tidak dimangsa predator.

Meski gagasan ini masih bersifat hipotesis, Joao percaya bahwa dasar penjelasannya sangat kuat untuk dikembangkan lebih lanjut. Ia juga melihat adanya keterkaitan antara penuaan cepat ini dengan tingginya kasus kanker pada kelompok mamalia dibandingkan spesies lain.

"Ada banyak sudut pandang menarik yang bisa dieksplorasi dari gagasan ini, termasuk kemungkinan kanker lebih sering terjadi pada mamalia dibandingkan spesies lain akibat proses penuaan yang cepat tersebut," kata de Magalhães.

Artikel terkait

Rekomendasi