Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan peringatan keras terkait fenomena warga yang mengonsumsi oli demi stamina pada Minggu (12/4/2026). Praktik berbahaya ini dinilai tidak memiliki dasar medis dan dapat memicu kerusakan organ permanen hingga kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, menyatakan bahwa oli mengandung bahan kimia beracun seperti hidrokarbon, logam berat, dan aditif industri. Berbagai kandungan tersebut dapat merusak fungsi hati dan ginjal manusia secara signifikan.
"Fenomena minum oli sangat berbahaya dan tidak memiliki manfaat kesehatan sama sekali. Oli mengandung bahan kimia beracun seperti hidrokarbon, logam berat, dan aditif industri yang dapat merusak berbagai organ tubuh," kata Evi, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Evi menjelaskan bahwa cairan pelumas mesin bersifat lipofilik atau tidak dapat larut dalam air. Karakteristik ini membuat tubuh manusia sangat sulit memproses zat tersebut sehingga memicu keracunan akut dan penyakit kronis.
Dampak jangka pendek dari konsumsi oli meliputi iritasi lambung berat yang ditandai dengan gejala mual, muntah, serta nyeri perut. Dalam kasus yang lebih parah, paparan zat kimia ini dapat menyebabkan luka pada lambung dan risiko perdarahan internal.
Senada dengan otoritas kesehatan, dokter spesialis penyakit dalam Aru Ariadno menegaskan bahwa oli sama sekali bukan untuk dikonsumsi manusia. Ia menyebutkan risiko kematian bisa bermula dari gejala muntah darah akibat kerusakan saluran pencernaan.
Paparan bahan kimia dalam pelumas juga berisiko mengganggu sistem saraf pusat. Pasien yang terpapar dapat mengalami kondisi medis serius seperti kejang-kejang, penurunan tingkat kesadaran, hingga jatuh ke dalam kondisi koma.
Selain sistem pencernaan dan saraf, saluran pernapasan menjadi area yang rentan terdampak fatal. Jika cairan oli masuk ke dalam paru-paru, hal tersebut dapat memicu pneumonia aspirasi yang menyebabkan penderita mengalami gagal napas.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memilih asupan nutrisi dan menghindari klaim kesehatan yang tidak teruji secara ilmiah. Dinas Kesehatan menyarankan pemenuhan stamina dilakukan melalui konsumsi makanan bergizi seimbang dan gaya hidup sehat.