Desa Krandegan yang terletak di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, resmi dinobatkan sebagai pemenang kategori Desa Digital Unggulan dalam ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).
Ajang penghargaan hasil kolaborasi Bakti Komdigi dan Detikcom ini bertujuan memberikan apresiasi kepada individu maupun institusi yang berperan aktif memperkuat literasi digital. Dilansir dari Detik iNET, Desa Krandegan terpilih karena keberhasilannya membangun ekosistem digital mandiri di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Pemerintah Desa Krandegan menerapkan inovasi teknologi pada bidang pelayanan sosial melalui penyediaan fasilitas Chatbot untuk menjawab kebutuhan warga. Di sektor pertanian, mereka membangun Pompa Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta pompa surya mobile berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengatasi kekeringan.
Infrastruktur digital di wilayah ini juga diperkuat dengan pembangunan jaringan fiber optic milik desa yang menjangkau seluruh penjuru pemukiman. Selain menyediakan akses internet gratis di lokasi strategis, pihak desa juga mengelola unit usaha penjualan layanan wifi bagi warga yang membutuhkan koneksi pribadi.
Pengembangan program digitalisasi ini dilakukan secara bertahap melalui alokasi dana APBDes setiap tahunnya sesuai kebutuhan teknologi terkini. Pada tahun 2026, anggaran difokuskan untuk perbaikan jalur fiber optic, penambahan CCTV online, serta pengadaan anjungan surat mandiri bagi masyarakat desa.
Transformasi ini merupakan upaya kepala desa untuk mengikuti perkembangan zaman sejak Desa Krandegan berstatus desa miskin pada 2013. Saat itu, tercatat sebanyak 14 perangkat desa tidak memiliki kemampuan mengoperasikan komputer sebelum akhirnya infrastruktur digital dibangun secara perlahan.
Penerapan digitalisasi tersebut berdampak pada peningkatan efisiensi layanan publik, transparansi tata kelola, hingga penurunan angka kemiskinan di wilayah tersebut. Desa Krandegan kini tercatat sebagai Desa Mandiri pertama di Purworejo dan menjadi destinasi kunjungan nasional dengan ribuan tamu setiap tahunnya.
Sebagai langkah pemberdayaan, pemerintah desa membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan kader digital untuk meningkatkan literasi warga melalui berbagai pelatihan. Program edukasi yang diberikan mencakup kursus pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, hingga manajemen bisnis secara daring.
Pihak desa juga menjalin kerja sama lintas sektor dengan berbagai perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk pengembangan teknologi. Institusi yang terlibat dalam kolaborasi ini di antaranya adalah Universitas Sebelas Maret (UNS), IPB University, STAN, dan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP).