Delegasi Delapan Negara Hadiri AWMUN XIV di Maladewa

Delegasi Delapan Negara Hadiri AWMUN XIV di Maladewa
Foto: Ilustrasi Delegasi Delapan Negara Hadiri AWMUN XIV di Maladewa.

Sebanyak delapan negara mengirimkan delegasi muda mereka untuk mengikuti Asia World Model United Nations (AWMUN) XIV yang diselenggarakan di Maladewa pada 15 hingga 19 Mei 2026. Ajang diplomasi internasional ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan mereka mengenai berbagai isu global terkini, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Organisasi pendidikan internasional International Global Network (IGN) bertindak sebagai penyelenggara forum yang mengusung tema "Tides of Tomorrow: Reimagining Global Leadership for a World in Peril" tersebut. Sejak tahun 2016, IGN tercatat telah melaksanakan lebih dari 60 program internasional yang melibatkan pemuda dari seluruh penjuru dunia.

Pertemuan global ini membuka ruang diskusi intensif dan kolaborasi bagi para peserta. Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal, menjelaskan peran penting forum ini dalam memfasilitasi keterlibatan pemuda di tingkat global.

"AWMUN XIV menawarkan panggung global bagi delegasi asal 8 negara untuk bersuara dan bergerak menghadapi isu-isu dunia terkini. Di ajang ini, kami memberikan kesempatan bagi pemuda untuk menemukan minat mereka, mengembangkan soft skills, dan menghubungkan mereka dengan dunia," kata Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal.

Konferensi tahun ini membagi fokus pembahasan ke dalam dua dewan formal berdasarkan kategori usia peserta. Dewan World Health Organization (WHO) membahas pencegahan penyebaran penyakit menular di tempat umum untuk usia 11-14 tahun, sedangkan United Nations Human Rights Council (UNHRC) mendiskusikan perlindungan hak politik dan pencegahan penahanan sewenang-wenang untuk usia 15 tahun ke atas.

Fahrizal menambahkan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai tempat pengujian ide dan pembentukan mental bagi para peserta sebelum melangkah ke ranah yang lebih luas.

"AWMUN bukan sekedar konferensi, namun adalah sebagai batu loncatan dimana ide ide brilian akan diuji, kepercayaan diri akan dibangun, dan awal perjalanan dari para peserta menuju masa depan di panggung global akan dimulai," tandas Fahrizal.

Acara ini turut dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah Maladewa, termasuk Menteri Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Abdulla Rafiu serta Menteri Luar Negeri Iruthisham Adam yang bertindak sebagai pembicara utama. Kehadiran utusan Presiden Maladewa tersebut menegaskan dukungan negara terhadap pengembangan kapasitas kepemimpinan pemuda.

Menteri Abdulla Rafiu berkesempatan membacakan langsung amanat tertulis dari Presiden Maladewa mengenai esensi kepemimpinan modern.

"Kepemimpinan di era saat ini tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus dibangun atas dasar kepedulian (compassion) dan kerja sama (cooperation). Kami mengajak seluruh generasi muda yang hadir untuk berani mengambil tindakan nyata dan tidak meremehkan kemampuan diri sendiri dalam menciptakan perubahan," pidato Presiden Maldives yang dibacakan oleh Menteri Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Maldives, Abdulla Rafiu.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Maladewa menekankan pentingnya pembentukan karakter negosiasi sejak dini di berbagai tingkatan interaksi sosial.

"Generasi muda memiliki peran besar di era keterbukaan informasi saat ini. Kepercayaan diri dan rasa saling percaya merupakan elemen penting dalam proses negosiasi. Kebiasaan tersebut perlu dibangun sejak dini, mulai dari ruang kelas, percakapan sehari-hari, hingga forum internasional seperti Asia World Model United Nations (AWMUN)," ujar Menteri Luar Negeri Maldives, Iruthisham Adam.

Lebih lanjut, Adam menggarisbawahi kegunaan platform simulasi ini dalam mengajarkan keterampilan sosial abad ke-21 yang relevan bagi masa depan generasi muda.

"Melalui forum ini, para peserta belajar keterampilan yang sangat penting namun jarang diajarkan, yaitu kemampuan untuk berbeda pendapat tanpa saling merendahkan, serta kemampuan mendengarkan dengan empati. Keterampilan ini bukan sekadar kemampuan konferensi, melainkan bagian dari keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda," tegas Adam.

Sejumlah pejabat lain yang mengawasi bidang pendidikan tinggi, pariwisata, dan industri perhotelan setempat juga terpantau hadir di lokasi acara, seperti Dr. Abdulla Nazeer, Ahmed Nareesh, Dr. Abdulla Niyaz, serta Hussain Afeef.

Artikel terkait

Rekomendasi