Data Asesmen Menjadi Basis Perubahan Kebijakan Pendidikan

Data Asesmen Menjadi Basis Perubahan Kebijakan Pendidikan
Foto: Ilustrasi Data Asesmen Menjadi Basis Perubahan Kebijakan Pendidikan.

INDONESIA telah memiliki cukup banyak data mengenai hasil belajar siswa dari jenjang SD hingga SMA. Secara nasional, terdapat AN/AKM sejak 2021 dan TKA sejak tahun lalu. Di tingkat internasional, Indonesia juga mengikuti PISA sejak 2000. Berbagai asesmen tersebut menjadi dasar perubahan kebijakan pendidikan, mulai kurikulum, sertifikasi guru, hingga penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dari perspektif pembiayaan, Indonesia telah menggelontorkan anggaran besar untuk berbagai perubahan tersebut.

Pengalaman sejumlah negara menunjukkan data asesmen dapat menjadi basis perubahan kebijakan. Secara umum, terdapat tiga respons utama. Pertama, respons 'PISA shock', yaitu ketika sebuah negara melakukan perubahan kebijakan secara drastis.

Jerman, misalnya, memberlakukan satu standar nasional setelah menggunakan standar berbasis daerah. Respons kedua disebut dengan 'perubahan inkremental', yakni perubahan kebijakan dilakukan untuk mengubah aspek tertentu dari sistem pendidikan secara perlahan, seperti mengubah kerangka evaluasi guru dan menambah waktu belajar untuk mata pelajaran inti, sebagaimana dilakukan Portugal. Ketiga, respons 'stagnan' atau menghindar, misalnya hasil PISA digunakan untuk mencari kesalahan secara politik atau melakukan perubahan yang bersifat artifisial.

Perubahan kebijakan pendidikan yang berhasil umumnya bertumpu pada tiga pilar: profesionalisme guru berbasis kompetensi, pemerataan kesempatan belajar, dan standar nasional yang berorientasi pada capaian. Profesionalisme guru ditopang kualifikasi tinggi, persiapan yang ketat, remunerasi layak, dan status sosial yang kuat. Sementara itu, standar berbasis input seperti banyaknya jam pelajaran tidak otomatis meningkatkan capaian siswa. Dari ketiga pilar tersebut, orientasi pada kompetensi menjadi fondasi utama perubahan kebijakan.

Orientasi berbasis kompetensi itu perlu diterjemahkan secara konkret ke dalam konteks sekolah dan ruang kelas. Kepala sekolah dan guru sebenarnya memiliki akses pada beragam data penting dari AN/AKM, TKA, dan PISA mengenai kompetensi siswa. Hasil AN/AKM memberikan gambaran awal mengenai kompetensi minimum yang harus dikuasai siswa di sekolah.

Rapor pendidikan juga memberikan informasi lain terkait dengan budaya, iklim, relasi dan interaksi di sekolah yang merupakan fondasi untuk proses belajar-mengajar yang efektif.

TKA memberikan gambaran mengenai capaian akademik yang telah dikuasai dan hasilnya dapat digunakan untuk memetakan efektivitas proses belajar-mengajar di sekolah. Hasil PISA secara umum dapat membantu kepala sekolah dan guru untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi serta kreativitas siswa, terutama hasil PISA 2022.

Selain capaian dalam kurikulum nasional, kompetensi yang diujikan dalam ujian-ujian tersebut dapat memberikan deskripsi yang lebih operasional mengenai capaian tersebut. Contoh yang paling sederhana, dan bisa jadi paling cepat, untuk melakukan perubahan di sekolah ialah menyelaraskan kompetensi yang diuji dengan kompetensi yang diajarkan. Hal itu, misalnya, dilakukan Estonia dengan guru dan kepala sekolah didorong untuk menyelaraskan proses pembelajaran dengan asesmen nasional untuk kelas III, VI, IX, dan XII. Soal asesmen yang digunakan di kelas juga dibuat mirip dengan soal PISA yang berisi pertanyaan terbuka (Volante & Klinger, 2021).

Praktik serupa sebenarnya dilakukan banyak negara. Namun, Estonia memiliki kekhasan filosofi 'teaching for life' alih-alih 'teaching for the test'. Proses di kelas tetap mengedepankan capaian pembelajaran yang didukung praktik asesmen yang terintegrasi dengan proses pembelajaran. Misalnya, pertanyaan terbuka yang menyerupai soal PISA digunakan dalam tugas dan diskusi kelas, bahkan terkadang disusun sendiri oleh siswa. Paradigma 'growth mindset' digunakan untuk memberikan umpan balik untuk menutup kesenjangan antara capaian dan kompetensi siswa serta bentuk dukungan yang diperlukan. Filosofi dan praktik yang terjadi di dalam kelas di Estonia mengindikasikan adanya keselarasan instruksional (instructional alignment), yaitu keselarasan dan koherensi antara tujuan belajar, instruksi dan asesmen.

FLEKSIBILITAS PEDAGOGIS DAN ORIENTASI AKUNTABILITAS

Penyelarasan itu akan mengubah proses dan pola kerja kepala sekolah dan guru. Guru, misalnya, perlu menerapkan strategi pedagogis yang fleksibel tanpa menurunkan target pembelajaran yang harus dicapai. Selain itu, kepala sekolah perlu mengubah orientasi target belajar-mengajar, dari meraih skor menjadi menguasai kompetensi.

Akuntabilitas sekolah tidak lagi semata-mata diukur melalui skor ujian, tetapi melalui kemampuan sekolah mempertanggungjawabkan proses belajar-mengajar yang mendukung siswa untuk mencapai target kompetensi yang ditetapkan. Untuk itu, kepala sekolah juga perlu mengubah pola supervisi guru dari fokus pada administrasi menjadi fokus pada instruksi di kelas.

Sekilas, perubahan orientasi akuntabilitas itu tampak bertolak belakang dengan usul menjadikan kompetensi dalam PISA, AN/AKM, dan TKA sebagai rujukan pembelajaran di kelas. Namun, perubahan budaya asesmen saat ini membuat ujian tidak lagi dipandang sebagai alat seleksi berisiko tinggi, tetapi sebagai asesmen standar berisiko rendah yang berfokus pada kompetensi umum dan kemampuan menyelesaikan masalah (Volante & Klinger, 2021).

Kuncinya terletak pada kemampuan pengambil kebijakan, mulai kepala daerah hingga kepala sekolah dan guru untuk menggunakan data yang dihasilkan dari ujian tersebut dalam memperbaiki proses yang dilakukan di kelas. Dengan demikian, ujian tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dari proses yang terjadi di kelas, tetapi sebagai bagian integral dari perubahan kualitas instruksional.

Pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak ditentukan banyaknya kebijakan baru dan besarnya biaya yang dikeluarkan, tetapi oleh sejauh mana proses belajar di kelas benar-benar berubah. Transformasi sejati dapat dimulai dari penyelarasan instruksional yang berbasis kompetensi relevan, bukan sekadar memenuhi beban administrasi. Tanpa ada perubahan mendasar dalam proses di kelas, kita hanya akan terus terjebak dalam siklus reformasi artifisial yang mahal, tetapi nirhasil.

- Guru dan Pedagogi Digital 02/2/2025 05:05 ABAD ke-21 ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi digital yang mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan.

- Pedagogi Hati 30/7/2024 05:00 DALAM beberapa dekade terakhir, isu 'hati/jantung' dalam pendidikan semakin banyak dibahas dalam publikasi ilmiah Barat.

- Pedagogi Feminis dalam Pendidikan 26/12/2022 05:05 MENGINTEGRASIKAN pemahaman dan kesadaran gender dalam dunia pendidikan bukanlah hal yang mudah, terutama bagi dosen di sebuah lembaga pendidikan tinggi berbasis agama.

- Sensitivitas Pedagogi 17/10/2022 05:15 Salah satunya yang paling menarik, tetapi memprihatinkan ialah buku paket guru dan siswa untuk PAI

- Sinkronisasi Tiga Instrumen 11/5/2026 05:10 Dengan memanfaatkan ketiga instrumen penjaga mutu ini, Kemendikdasmen diyakini akan dapat mengawal dan memastikan pergerakan kualitas capaian pendidikan secara berkala dan terukur.

- Kemendikdasmen Pastikan Nilai TKA Dapat Digunakan untuk SPMB 2026 Jalur Prestasi 07/5/2026 15:23 Kemendikdasmen memastikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat digunakan untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur prestasi.

- Pelaksanaan TKA di Kota Sorong Berlangsung Lancar, Sekolah Harapkan Penambahan Perangkat 29/4/2026 22:04 Sejumlah sekolah dasar di Kota Sorong, Papua Barat Daya, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tanpa kendala berarti, salah satunya di SD Negeri 42 Kota Sorong pada Rabu (29/4).

- Pelaksanaan TKA SD Sederajat di Pekanbaru hingga 30 April 22/4/2026 20:32 PELAKSANAAN Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang sekolah dasar (SD) sederajat dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.

- Sejumlah Dinas Pendidikan Jatuhkan Sanksi ke Pelanggar Tes Kemampuan Akademik 16/4/2026 13:48 Sanksi berupa teguran lisan, pembinaan, serta mewajibkan yang bersangkutan menjaga kerahasiaan dokumen TKA sesuai ketentuan yang berlaku.

Artikel terkait

Rekomendasi