Dasco Ungkap Alasan Nanik S. Deyang Jadi Sosok Terbaru Paling Tepat Pimpin BGN 2026

Dasco Ungkap Alasan Nanik S. Deyang Jadi Sosok Terbaru Paling Tepat Pimpin BGN 2026
Foto: Dasco Ungkap Alasan Nanik S. Deyang Jadi Sosok Terbaru Paling Tepat Pimpin BGN 2026. (Illustration by Pexels)

Langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan di jajaran kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai sebagai kebijakan yang sangat strategis. Keputusan ini diambil guna memperkuat implementasi program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Menurutnya, Nanik merupakan figur yang sangat kompeten untuk menggantikan posisi Dadan Hindayana dalam memimpin lembaga tersebut.

Dukungan DPR atas Transformasi Badan Gizi Nasional

Dasco menegaskan bahwa proses pergantian pimpinan di tubuh BGN ini membuktikan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap berbagai masukan. Aspirasi tersebut datang dari beragam elemen, mulai dari masyarakat umum, para penerima manfaat, hingga koordinasi antar kementerian dan lembaga legislatif.

Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BGN dianggap sebagai bagian penting dalam upaya memperbaiki tata kelola organisasi. Hal ini bertujuan agar kualitas pelayanan yang diberikan kepada publik terus mengalami peningkatan secara berkelanjutan.

DPR RI menyampaikan apresiasi resmi terhadap langkah cepat pemerintah dalam melakukan penyegaran kepemimpinan di instansi ini:

  • Aspirasi masyarakat dan penerima manfaat program telah didengar dengan baik oleh pemerintah.
  • Hasil koordinasi lintas kementerian menunjukkan adanya kebutuhan untuk perbaikan struktur organisasi.
  • Masukan dari DPR RI terkait pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diakomodasi secara positif.

Poin-poin di atas menjadi landasan bagi DPR untuk mendukung penuh kebijakan Presiden dalam menjaga stabilitas dan kualitas program gizi nasional. Langkah ini diharapkan mampu membawa dampak nyata bagi kesehatan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Sufmi Dasco Ahmad memberikan pernyataan tersebut saat ditemui oleh awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa malam (2/6/2026). Ia berharap evaluasi ini menjadi titik balik bagi perbaikan internal organisasi yang lebih solid.

Fokus utama dari penyegaran ini adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya sasaran program MBG, berjalan lebih efektif. Dasco meyakini bahwa perubahan struktur ini tidak akan mengganggu operasional yang sedang berjalan saat ini.

“Pergantian ini tentu tidak akan mempengaruhi pelayanan yang sudah berlangsung selama ini,” ujar Dasco dalam keterangannya. Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses layanan gizi bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Harapan besar diletakkan pada kepemimpinan baru agar jangkauan program segera menyentuh daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Realisasi di wilayah tersebut menjadi indikator keberhasilan utama bagi Badan Gizi Nasional ke depannya.

Rekam Jejak Nanik S. Deyang di Lapangan

Selain memberikan dukungan terhadap proses transisi, Dasco juga memuji profil Nanik S. Deyang yang kini memegang tongkat komando BGN. Pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN sebelumnya dianggap sebagai modal besar dalam memahami persoalan di tingkat akar rumput.

Selama menjabat, Nanik dikenal sangat aktif melakukan monitoring secara langsung ke berbagai wilayah untuk meninjau pelaksanaan program. Hal ini memberikan kepercayaan diri bagi pemerintah bahwa ia mampu mengeksekusi kebijakan dengan presisi tinggi.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait penilaian kinerja Nanik S. Deyang selama berada di jajaran pimpinan BGN:

  • Memiliki dedikasi tinggi dalam melakukan kerja-kerja nyata dan pemantauan langsung di lapangan.
  • Berani mengambil tindakan tegas dengan menutup fasilitas dapur program yang tidak memenuhi standar kualitas dan sanitasi.
  • Memahami detail teknis pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara komprehensif.

Tindakan tegas Nanik dalam menutup dapur-dapur yang tidak layak menunjukkan komitmennya terhadap aspek keamanan pangan bagi penerima manfaat. Hal ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa ia dipandang sebagai sosok yang tepat.

Dasco menambahkan bahwa penilaian positif terhadap Nanik juga sejalan dengan temuan dari komisi teknis di DPR RI. Komisi yang membidangi pembahasan program MBG tersebut telah melakukan pemantauan intensif terhadap kinerja BGN selama beberapa waktu terakhir.

Meskipun pengangkatan pejabat merupakan hak prerogatif Presiden, Dasco menilai pilihan kali ini sudah melalui pertimbangan yang matang. Sinergi antara pemantauan lapangan dan keputusan politik ini diharapkan membawa hasil maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

Rincian Perombakan Pimpinan Badan Gizi Nasional

Presiden Prabowo Subianto secara resmi merombak pimpinan Badan Gizi Nasional terhitung mulai Selasa, 2 Juni 2026. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Tabel berikut merangkum daftar perubahan posisi pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) per 2 Juni 2026:

Posisi Pejabat Lama Pejabat Baru
Kepala BGN Dadan Hindayana Nanik S. Deyang
Wakil Kepala BGN Lodewijk Pusung Agustina Arumsari
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Mayor Jenderal TNI Trenggono

Tabel di atas menunjukkan bahwa perombakan dilakukan secara menyeluruh pada level pimpinan tertinggi untuk menciptakan energi baru dalam organisasi. Perubahan ini diharapkan mempercepat akselerasi program-program strategis nasional di bidang gizi.

Penunjukan Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN juga menjadi sorotan penting. Kombinasi latar belakang sipil dan militer ini diharapkan mampu memperkuat sistem logistik serta pengawasan distribusi makanan.

Pemerintah menargetkan bahwa dengan pimpinan baru ini, jangkauan layanan gizi gratis akan semakin luas dan tepat sasaran. Fokus utama tetap pada penguatan gizi anak-anak Indonesia demi mencetak generasi emas di masa depan.

Sebagai informasi tambahan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu pilar utama kebijakan ekonomi dan sosial di era kepemimpinan saat ini. Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal di sektor penyediaan pangan.

Melalui kepemimpinan Nanik S. Deyang, BGN diharapkan mampu memitigasi berbagai risiko di lapangan, termasuk penyalahgunaan wewenang. Dengan pengawasan yang lebih ketat, kualitas makanan yang sampai ke tangan masyarakat dipastikan tetap terjaga sesuai standar kesehatan.

Artikel terkait

Rekomendasi