Keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan perombakan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat respons positif dari kalangan legislatif. Salah satu dukungan datang dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menilai pergantian pimpinan lembaga tersebut sudah sesuai.
Dasco memberikan apresiasi atas penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Menurutnya, Nanik memiliki kualifikasi yang mumpuni berdasarkan rekam jejak kinerjanya selama ini.
Alasan Nanik S. Deyang Dianggap Layak Memimpin
Penilaian Dasco bukan tanpa alasan, ia melihat Nanik sangat aktif turun langsung ke masyarakat selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sebelumnya. Keterlibatan di lapangan ini dianggap sebagai nilai tambah yang krusial bagi seorang pemimpin lembaga.
Nanik disebut sering melakukan pengawasan dan pemantauan secara mendalam terhadap jalannya program-program gizi. Langkah konkretnya di lapangan menjadi bukti komitmennya dalam menjaga standar kualitas layanan pemerintah.
Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi alasan kelayakan Nanik menurut Sufmi Dasco:
- Aktif Monitoring Lapangan: Nanik dinilai sangat rajin melakukan pengecekan langsung terhadap operasional di tingkat bawah.
- Ketegasan Standarisasi: Ia tercatat telah menutup beberapa dapur program yang tidak memenuhi kriteria kelayakan di lapangan.
- Penguasaan Operasional: Pengalaman sebagai Wakil Kepala BGN membuatnya paham betul seluk-beluk kendala teknis yang dihadapi.
- Dukungan Legislatif: Hasil pantauan Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja menunjukkan progres positif di bawah koordinasi Nanik.
Poin-poin di atas menunjukkan bahwa aspek pengawasan operasional menjadi prioritas utama bagi pimpinan BGN di masa mendatang. Dasco menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap dapur-dapur yang tidak layak adalah bentuk perlindungan bagi masyarakat penerima manfaat.
Hasil Pemantauan Komisi Teknis DPR
Dasco menjelaskan bahwa pandangannya juga selaras dengan pengamatan para anggota dewan di komisi terkait. Hal ini sempat menjadi bahan diskusi dalam rapat mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita bisa lihat sendiri rekam jejak Bu Nanik yang banyak melakukan kerja lapangan meski belum lama menjabat,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa (2/6). Ia menambahkan bahwa pengawasan ketat sangat dibutuhkan untuk menjamin mutu program.
Meski pengangkatan pejabat merupakan hak prerogatif Presiden, Dasco meyakini pilihan Prabowo kali ini didasarkan pada pertimbangan yang kuat. Pemerintah dianggap telah melihat potensi Nanik dalam mempercepat pencapaian target-target nasional terkait gizi.
Ia juga berharap kepemimpinan baru ini dapat memberikan dampak nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. DPR berjanji akan terus memantau perkembangan kinerja BGN di bawah kendali pimpinan yang baru dilantik.
Struktur Baru Kepemimpinan Badan Gizi Nasional
Keputusan ini secara resmi mengakhiri masa jabatan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN. Selain posisi kepala, Presiden Prabowo juga melakukan penyegaran pada posisi wakil kepala dengan menunjuk wajah-wajah baru.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan keterangan resmi mengenai perombakan ini di Istana Jakarta. Ia menyampaikan bahwa Presiden menghendaki adanya dinamika baru demi efektivitas kinerja lembaga tersebut.
Ringkasan perubahan struktur pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN):
| Posisi Jabatan | Pejabat Lama | Pejabat Baru |
|---|---|---|
| Kepala BGN | Dadan Hindayana | Nanik S. Deyang |
| Wakil Kepala BGN I | Lodewyk Pusung | Agustina Arumsari |
| Wakil Kepala BGN II | Sony Sanjaya | Mayjen TNI Trenggono |
Tabel di atas merincikan perombakan total pada kursi pimpinan BGN yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Perubahan ini diharapkan membawa semangat baru dalam mengelola program-program strategis pemerintah di bidang gizi.
Selain mengangkat Nanik, dua figur baru yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono dipercaya untuk mendampingi dalam menjalankan roda organisasi. Keduanya menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati oleh Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Dasco menutup pernyataannya dengan mengajak publik untuk turut mengawasi kinerja para pejabat baru tersebut. Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan ini nantinya akan dinilai sendiri oleh masyarakat luas serta para penerima manfaat program.