Pemerintah China berhasil merampungkan proyek pengaspalan jalan tol tanpa tenaga manusia pertama di dunia sepanjang 157,79 kilometer pada ruas Beijing-Hong Kong-Macao Expressway. Proyek infrastruktur raksasa ini dikerjakan menggunakan kombinasi kecerdasan buatan, drone, dan alat berat otonom pada Jumat, 15 Mei 2026.
Pengerjaan jalan tol ini menjadi catatan penting dalam sejarah konstruksi global melalui pemanfaatan teknologi digital terintegrasi. Sebagaimana dilansir dari Kompas, operasional di lapangan sepenuhnya mengandalkan armada mesin tanpa operator guna mengoptimalkan efisiensi dan keamanan kerja.
Satu unit mesin penghampar aspal selebar 20 meter dikerahkan bersama enam tandem roller seberat 13 ton serta tiga rubber-wheel roller berbobot 30 ton. Seluruh perangkat ini bergerak secara sinkron di bawah kendali algoritma komunikasi latensi rendah dan sistem navigasi satelit Beidou.
Akurasi pengerjaan diklaim mencapai tingkat sentimeter berkat metode pemadatan yang presisi untuk menghindari area yang tidak padat. Penggunaan alat penghampar aspal tipe SAP200C-10 memungkinkan pengaspalan jalur selebar 19,25 meter hanya dalam satu lintasan tunggal.
Inovasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan infrastruktur karena mengurangi jumlah sambungan pada lapisan aspal. Hasilnya, permukaan jalan menjadi lebih rata dan struktur jalan secara keseluruhan menjadi jauh lebih kuat dibandingkan metode konvensional.
Fitur keamanan juga menjadi aspek utama dengan penyematan pagar elektronik, sistem deteksi rintangan real-time, dan penghentian darurat otomatis pada setiap unit. Teknologi ini memungkinkan mesin memberikan respons spontan terhadap perubahan lingkungan konstruksi yang dinamis.
Sistem pelacakan otomatis yang diterapkan dalam proyek ini dilaporkan berhasil meniadakan kesalahan pada pemangkasan tepi jalan. Selain presisi yang tinggi, penggunaan teknologi otonom di lokasi konstruksi berisiko tinggi secara efektif menurunkan potensi kecelakaan kerja bagi para personil lapangan.
Langkah ini diprediksi akan menjadi standar baru dalam industri pembangunan jalan global yang semakin mengarah pada otomatisasi penuh. Keberhasilan pengaspalan di ruas Beijing-Hong Kong-Macao ini membuktikan bahwa penggunaan AI mampu menekan biaya operasional sekaligus mempercepat durasi pembangunan infrastruktur strategis.