Universitas Shanghai Jiao Tong di China secara resmi mengumumkan proyek pembangunan Fasilitas Penelitian Terapung Residen Segala Cuaca Laut Dalam yang menyerupai pulau buatan pada Rabu, 15 April 2026. Infrastruktur raksasa setinggi 30 lantai ini dirancang untuk beroperasi di laut lepas sebagai pusat riset maritim yang masif.
Proyek ambisius ini ditargetkan rampung pada tahun 2030 mendatang dan akan memiliki luas dek setara dua lapangan sepak bola. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, platform tersebut mengadopsi gaya anjungan minyak lepas pantai yang mampu melakukan eksperimen hingga kedalaman maksimal 10.000 meter.
Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan enam unit penelitian utama, termasuk laboratorium bencana laut serta instalasi meteorologi. Kapasitas akomodasi yang disediakan mampu menampung hingga 238 staf dan peneliti, dengan fitur khusus berupa kolam akses bawah air yang cukup luas untuk memuat paus biru dewasa.
Kepala insinyur proyek, Xiao Longfei, menjelaskan posisi China yang saat ini telah memimpin dalam kepemilikan armada kapal penelitian sipil secara global. Ia memberikan keterangan mengenai keragaman fasilitas laut yang sudah dimiliki negara tersebut saat ini.
"Negara ini memiliki berbagai jenis fasilitas penelitian laut, seperti kolam uji laut dalam, kapal penelitian, dan kapal selam laut dalam," kata Xiao Longfei, kepala insinyur proyek tersebut.
Pihaknya menekankan bahwa meskipun China memiliki banyak fasilitas, masih terdapat celah fungsional yang harus ditutupi oleh platform baru ini. Integrasi teknologi diharapkan mampu menjawab kebutuhan operasional jangka panjang di satu lokasi misi tertentu.
"Namun, masih ada kekurangan fasilitas penelitian yang mampu berlayar dengan cepat sekaligus beroperasi untuk jangka waktu yang lama di satu area misi. Dengan mengintegrasikan karakteristik platform semi-submersible dan kapal penelitian yang digunakan di sektor minyak dan gas laut, sebuah konsep platform penelitian semi-submersible yang sama sekali baru telah terbentuk," imbuh Xiao Longfei.