CCSI Berencana Terbitkan 474 Juta Saham Baru Lewat Rights Issue

CCSI Berencana Terbitkan 474 Juta Saham Baru Lewat Rights Issue
Foto: Ilustrasi CCSI Berencana Terbitkan 474 Juta Saham Baru Lewat Rights Issue.

PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) mengumumkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue melalui penerbitan maksimal 474,77 juta saham baru. Langkah strategis produsen fiber optik ini dilaporkan pada Selasa (12/5/2026) melalui keterbukaan informasi perusahaan.

Aksi korporasi ini melibatkan pelepasan saham baru yang setara dengan 35,61 persen dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Dilansir dari Market, perusahaan menetapkan nilai nominal sebesar Rp100 per saham untuk setiap unit saham baru yang berasal dari portepel perseroan tersebut.

Corporate Secretary CCSI, Giovano Matindas Sumakul, memberikan rincian mengenai proporsi saham yang akan dilepas ke pasar modal dalam waktu dekat.

"Perseroan berencana untuk melakukan PMHMETD dengan menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu kepada para pemegang saham Perseroan atas sebanyak-banyaknya 474.774.774 saham atau sekitar 35,61% dari total saham yang beredar," ujar Giovano.

Seluruh saham hasil rights issue ini dijadwalkan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen menegaskan bahwa pemegang saham baru nantinya akan memiliki hak yang setara dengan pemegang saham lama, termasuk dalam hal hak pembagian dividen perusahaan.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan PMHMETD ini adalah untuk memperkokoh struktur finansial perusahaan serta menarik minat investor potensial.

"PMHMETD yang dilakukan oleh Perseroan dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan dan mengundang investor-investor baik lokal maupun asing untuk berpartisipasi menginvestasikan modalnya dalam Perseroan sehingga memberikan nilai tambah bagi kinerja Perseroan," tulis manajemen.

Dana segar yang diperoleh dari aksi ini, setelah dikurangi biaya emisi, dialokasikan untuk membiayai modal kerja serta agenda pengembangan usaha, baik bagi induk perusahaan maupun entitas anak. Perseroan memiliki waktu maksimal 12 bulan untuk mengeksekusi rencana ini setelah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham.

Rencana rights issue tersebut akan dibawa ke dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Juni 2026. Bagi pemegang saham yang memilih tidak menggunakan haknya, perseroan memproyeksikan adanya risiko dilusi kepemilikan saham dalam rentang 2,20 persen hingga 9,27 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi