Bepergian ke luar negeri untuk memenuhi undangan formal seperti rapat, pameran lukis di Lindley Hall, hingga perayaan ulang tahun asosiasi di Guildhall tetap menyisakan ruang untuk agenda pribadi. Kegiatan personal di luar acara resmi tersebut dapat dilakukan dengan catatan seluruh biaya ditanggung sendiri.
London menawarkan banyak destinasi menarik seperti masjid, toko buku, hingga galeri nasional, seperti dilansir dari Detik Travel. Bagi pencinta olahraga, menonton pertandingan Liga Inggris atau mengikuti maraton di sekitar wilayah Big Ben dan sungai Thames menjadi pilihan yang memikat.
Pemanfaatan waktu yang terbatas secara maksimal memungkinkan penjelajahan kota London tetap berjalan lancar. Kunjungan ke galeri nasional dapat dipadukan dengan agenda berburu suvenir khas setelahnya.
Perjalanan menuju National Gallery dari hotel tempat menginap, Park Plaza London Westminster Bridge, berjarak sekitar 1,5 mil. Waktu tempuh dengan berjalan kaki cepat memerlukan waktu sekitar 30 menit bagi yang memiliki langkah kaki pendek.
Bagian dalam galeri menyuguhkan deretan lukisan memukau yang memanjakan mata. Berdasarkan informasi di media sosial National Gallery atau Galeri Nasional London, tempat ini menyimpan lebih dari 2.600 lukisan Eropa Barat yang berasal dari abad ke-13 sampai abad ke-19.
Pengunjung dapat menyaksikan langsung keajaiban seni karya para maestro dunia. Koleksi yang dipamerkan di antaranya meliputi karya seni legendaris dari Leonardo da Vinci, Van Gogh, hingga Gentileschi.
Galeri Nasional terus bertransformasi sejak pertama kali didirikan pada tahun 1824. Saat ini, bangunan galeri berdiri dengan arsitektur yang megah, indah, serta dilengkapi dengan ruang pameran yang luas.
Akses masuk ke dalam galeri tidak dikenakan biaya sama sekali sehingga pengunjung leluasa menikmati mahakarya dunia dari dekat. Fasilitas kafe juga tersedia untuk beristirahat, menjadikannya tempat ideal untuk belajar tentang budaya, seni, pendidikan, dan inspirasi.
Tips Berburu Suvenir Khas Inggris
Liburan di London terasa kurang lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh bertema budaya Inggris. Berbagai toko souvenir dan department store di destinasi populer Eropa ini menyediakan aneka ragam pilihan pernak-pernik unik.
Westminster Abbey shop yang terletak di pusat kota dekat Big Ben menawarkan suasana mewah dengan koleksi barang yang lengkap. Toko ini menyediakan buku, aksesoris kulkas, gantungan kunci, hingga gelas dengan harga rata-rata di atas 3 Pound sterling atau sekitar Rp69.000.
Harga barang di pusat kota atau di dekat hotel umumnya lebih mahal dibandingkan kawasan yang agak jauh. Pembelian air mineral ukuran 1,5 liter di toko depan hotel mencapai harga 2,99 Pound sterling, sedangkan di toko ritel sejenis minimarket harganya hanya 1,10 Pound sterling untuk merek dan ukuran yang sama.
Toko ritel dengan harga lebih terjangkau tersebut berjarak sekitar 500 meter dari hotel ke arah stasiun bawah tanah. Sistem pembayaran di toko ini menggunakan metode mandiri atau kasir sendiri.
Prosesnya dilakukan dengan menyimpan barang pilihan di sebelah kanan, memindai ke komputer, lalu meletakkannya di sebelah kiri tanpa ada barang lain di sisi tersebut. Pembayaran diselesaikan dengan menempelkan kartu debit masterCard atau black card setelah seluruh barang selesai dipindai.
Sistem Transaksi Nontunai dan Penggunaan ATM
Mekanisme pembayaran di London kini sangat jarang menggunakan uang tunai. Proses transaksi yang langsung terpotong saat kartu ditempelkan tanpa meminta nomor PIN memerlukan kewaspadaan tinggi agar kartu ATM selalu disimpan dengan baik.
Sistem mesin ATM di London juga memiliki perbedaan mendasar dengan mesin ATM di Indonesia. Kartu tidak tertelan sepenuhnya ke dalam mesin melainkan hanya ditekan setengah kartu, dan kartu tersebut tidak dapat ditarik ulang sebelum seluruh transaksi selesai.
Membawa uang tunai yang ditukar sejak di bandara atau tempat penukaran lain menjadi alternatif yang disarankan. Pengambilan uang tunai melalui mesin ATM mengenakan nilai konversi Rp30 ribu setiap 1 GBP ditambah biaya per transaksi sebesar Rp25 shadow ribu. Kartu ATM sebaiknya digunakan hanya saat toko benar-benar tidak menerima pembayaran tunai.