Cara Kelola Valas Tanpa Ribet, Strategi Investasi 2026 Ala DBS Indonesia

Cara Kelola Valas Tanpa Ribet, Strategi Investasi 2026 Ala DBS Indonesia
Foto: Cara Kelola Valas Tanpa Ribet, Strategi Investasi 2026 Ala DBS Indonesia. (Illustration by Pexels)

Pengelolaan keuangan dalam skala perusahaan sering kali terasa rumit, terutama jika melibatkan banyak jenis mata uang dan transaksi lintas negara. Tim keuangan biasanya harus menghadapi kendala arus kas yang terpencar di berbagai bank yang berbeda.

Kondisi ini tidak hanya memicu inefisiensi kerja, tetapi juga berisiko menghilangkan peluang bisnis yang berharga bagi perusahaan. Guna mengatasi masalah tersebut, Bank DBS Indonesia menawarkan solusi terintegrasi untuk menyederhanakan operasional keuangan sekaligus menangkap potensi pasar.

Menyederhanakan Arus Kas dengan Multi-Mata Uang

Rekonsiliasi transaksi dari beragam bank dan mata uang sering kali menyita waktu yang sangat lama bagi tim keuangan perusahaan. Proses yang masih manual dan belum terintegrasi membuat jam kerja di pagi hari sering terbuang secara tidak produktif.

Aktivitas manual dalam kegiatan ekspor-impor ini berdampak pada durasi penutupan laporan akhir kuartal yang bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu. Selain membuang waktu, fragmentasi data ini menghambat perusahaan untuk memantau dan mengontrol arus kas secara aktual.

Sebagai solusi, Bank DBS Indonesia menghadirkan layanan DBS IDEAL yang dipadukan dengan Rekening Multi-Mata Uang. Inovasi ini memungkinkan pelaku usaha mengelola belasan jenis valuta asing dalam satu wadah yang praktis.

Daftar mata uang yang dapat dikelola dalam satu rekening Bank DBS Indonesia:

  • Mata uang utama: IDR, USD, SGD, dan EUR.
  • Mata uang regional: AUD, CNH, HKD, JPY, dan NZD.
  • Mata uang global lainnya: GBP, SEK, dan CHF.

Melalui layanan ini, perusahaan tidak perlu lagi membuka rekening valas secara terpisah untuk setiap mata uang yang berbeda. Hal ini mempermudah proses transaksi antar mata uang yang dilakukan hanya dalam satu rekening saja.

DBS IDEAL menyediakan satu akses login dengan dasbor tunggal untuk memantau semua saldo dan transaksi secara real-time. Keunggulan ini mampu memangkas waktu rekonsiliasi secara signifikan bagi tim keuangan perusahaan.

Alih-alih berkutat dengan pengumpulan data manual, tim keuangan kini bisa lebih fokus pada analisis strategis untuk pengembangan bisnis. Pekerjaan akhir kuartal yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu pun dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari.

Layanan DBS IDEAL juga menawarkan efisiensi biaya karena tidak membebankan biaya pengaturan maupun biaya langganan bulanan bagi penggunanya. Selain itu, nasabah akan mendapatkan token digital gratis yang bisa diakses selama 24 jam dari mana saja.

Direktur Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia, Puneet Punj, menegaskan bahwa pengelolaan multi-mata uang adalah tantangan besar bagi bisnis. Oleh karena itu, Bank DBS berkomitmen menjadi mitra strategis melalui solusi inovatif seperti DBS IDEAL dan Currency-Linked Investment.

Puneet menambahkan bahwa pihaknya tidak sekadar menawarkan produk perbankan, tetapi juga memberikan layanan konsultasi ahli. Tujuannya adalah membantu tim keuangan mengubah kerumitan operasional menjadi efisiensi yang mendukung pertumbuhan investasi.

Mengoptimalkan Saldo Valas Melalui Currency-Linked Investment

Setelah arus kas perusahaan terkonsolidasi dengan baik, biasanya akan terlihat adanya saldo mata uang asing yang tidak terpakai atau menganggur. Membiarkan dana tersebut tanpa pengelolaan yang tepat dapat menjadi beban biaya implisit karena nilai tukar yang fluktuatif.

Di sinilah peran Currency-Linked Investment (CLI) sebagai instrumen untuk mengoptimalkan dana cadangan tersebut. CLI merupakan produk investasi terstruktur yang mengikuti pergerakan nilai tukar mata uang asing.

Instrumen ini menawarkan potensi imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan dengan produk deposito standar, disesuaikan dengan profil risiko perusahaan. CLI menjadi alternatif bagi perusahaan yang ingin mendapatkan yield dari saldo valas yang belum digunakan.

Fitur dan ketentuan utama layanan Currency-Linked Investment (CLI):

  • Tenor investasi yang fleksibel, mulai dari 1 minggu hingga 3 bulan.
  • Minimum penempatan dana setara dengan US$ 50.000.
  • Dukungan konsultasi dari Spesialis Global Financial Markets (GFM).
  • Risiko valuta asing yang terukur dan dibatasi sesuai kesepakatan.

Proses ini diawali dengan evaluasi eksposur valas oleh pakar dari Bank DBS Indonesia yang akan meninjau siklus bisnis perusahaan. Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, strategi investasi akan dirancang agar selaras dengan kebutuhan pembayaran bisnis.

Nasabah akan mendapatkan pendampingan penuh dari spesialis selama masa penempatan dana, mulai dari tahap strukturisasi hingga pemantauan. Dukungan ini sangat membantu perusahaan dalam menavigasi kompleksitas pasar valuta asing yang dinamis.

Bank DBS Indonesia juga memanfaatkan keahlian mereka di koridor ekonomi ASEAN, terutama pada aliran transaksi Indonesia, Singapura, dan Tiongkok. Dengan pemahaman pasar yang mendalam, perusahaan dapat mengubah risiko nilai tukar menjadi peluang yang menguntungkan.

Selain membantu operasional treasury, Bank DBS Indonesia diakui sebagai bank teraman di Asia selama 17 tahun berturut-turut. Reputasi ini memberikan rasa aman bagi perusahaan dalam membangun kemitraan finansial jangka panjang.

Perusahaan kini dapat berkonsultasi secara gratis dengan spesialis untuk merancang strategi valuta asing yang tepat bagi bisnis mereka. Dengan membuka rekening bisnis, seluruh mata uang dapat dikelola secara efisien dalam satu platform digital yang canggih.

Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi tetap memiliki risiko tertentu yang harus dipahami oleh setiap pelaku usaha. Layanan ini tunduk pada syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan kebijakan perbankan yang ada.

Artikel terkait

Rekomendasi