Bukit Kraguman Wonogiri Tawarkan Sensasi Lautan Awan Tanpa Perlu Mendaki

Bukit Kraguman Wonogiri Tawarkan Sensasi Lautan Awan Tanpa Perlu Mendaki
Foto: Ilustrasi Bukit Kraguman Wonogiri Tawarkan Sensasi Lautan Awan Tanpa Perlu Mendaki.

Kabupaten Wonogiri menyimpan berbagai destinasi tersembunyi yang menawarkan keindahan alam dari ketinggian puncak perbukitan. Salah satu daya tarik utamanya adalah fenomena lautan awan yang kerap muncul di puncak-puncak bukit wilayah tersebut.

Bukit Kraguman yang terletak di Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, menjadi lokasi strategis untuk menyaksikan pemandangan tersebut. Dilansir dari Detik Travel, lokasi ini berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Wonogiri dengan waktu tempuh kendaraan kurang lebih 1 jam.

Keunggulan utama destinasi ini adalah aksesibilitasnya yang sangat mudah bagi wisatawan. Pengunjung tidak perlu melakukan pendakian panjang karena titik pengamatan hanya berjarak sekitar satu menit berjalan kaki dari area parkir.

Menariknya, jalur menuju spot panorama justru berupa jalan menurun dari lokasi parkir kendaraan. Saat tiba di titik pengamatan, pengunjung akan langsung disuguhi hamparan awan yang menyelimuti area perbukitan di sekitarnya.

Fenomena alam ini umumnya muncul secara optimal apabila terjadi hujan pada malam hari sebelumnya. Selain gumpalan awan, terlihat pula lanskap Kecamatan Tirtomoyo dengan aliran sungai yang berkelok-kelok dari ketinggian.

Pemandangan deretan bukit yang memanjang dari timur ke barat menambah daya tarik visual yang membuat pengunjung betah. Jika ingin berburu momen matahari terbit, bulan Desember menjadi waktu yang tepat saat posisi matahari berada di sisi selatan.

Namun, pengunjung perlu mempertimbangkan faktor cuaca karena bulan Desember identik dengan musim hujan yang sering memicu mendung atau kabut tebal. Pada periode akhir Maret 2026, posisi matahari sudah bergeser ke utara sehingga cahaya matahari terbit terhalang oleh punggungan bukit.

Meski tidak memerlukan tenaga ekstra untuk berjalan kaki, wisatawan wajib memperhatikan kondisi kendaraan saat menuju area parkir. Akses jalan menuju Bukit Kraguman tergolong sempit, berkelok, dan memiliki tanjakan yang cukup terjal.

Jalur ini hanya dapat diakses oleh sepeda motor dan sangat disarankan menggunakan motor transmisi manual atau motor gigi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi risiko rem blong pada motor matik saat melewati turunan curam di lereng bukit.

Bagi wisatawan yang ingin lebih aman, terdapat opsi untuk memarkir kendaraan di bawah bukit dan berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer sebelum memasuki tanjakan terjal. Hingga akhir Maret 2026, belum tersedia loket tiket resmi sehingga pengunjung tidak dipungut biaya masuk maupun parkir.

Artikel terkait

Rekomendasi