Bank Syariah Indonesia kembali meluncurkan program BSI Scholarship 2026 yang menargetkan penyaluran bantuan pendidikan kepada 5.250 penerima manfaat dari keluarga prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia. Dana bantuan tersebut menyasar kelompok akademis yang terdiri atas 3.750 mahasiswa serta 1.500 pelajar, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai komitmen memperluas akses pendidikan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan zakat perusahaan guna memutus rantai kemiskinan lewat penguatan kualitas sumber daya manusia. Kuota program kali ini menambah panjang daftar penerima manfaat BSI Scholarship yang sejak 2021 telah menjangkau 10.162 orang, dengan rincian 7.962 mahasiswa dan 2.200 pelajar.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, bukan sekadar program bantuan finansial biasa.
"Tidak boleh ada anak cerdas yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan biaya," ujar Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.
Pihak manajemen mencatat sebanyak 1.500 alumni program ini telah terserap di berbagai dunia kerja nasional maupun berhasil melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri terkemuka. Ketujuh kategori beasiswa yang disediakan meliputi kelompok pelajar, unggulan, inspirasi, talenta, prestasi, afirmasi, hingga penyaluran lewat jalur Talenta KIP-K BSI.
Selain sokongan dana operasional kuliah dan uang saku, para peserta program mendapatkan fasilitas peningkatan kapasitas diri yang mencakup pelatihan kepemimpinan, penguatan karakter, pemahaman literasi ekonomi syariah, dan pembekalan persiapan karier. BSI juga menyediakan jalur rekrutmen internal bagi para lulusan yang disesuaikan dengan kompetensi masing-masing individu.
"BSI Scholarship diharapkan tidak hanya mencetak lulusan akademik, tetapi juga SDM unggul yang tangguh, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi," kata Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.
Catatan keuangan sepanjang tahun 2025 menunjukkan BSI telah mendistribusikan zakat korporasi senilai Rp289 miliar lewat Badan Amil Zakat Nasional untuk menyokong agenda pemberdayaan umat. Seluruh dana umat tersebut dialokasikan ke berbagai sektor krusial yang meliputi bidang pendidikan, aksi kemanusiaan, pengembangan ekonomi rakyat, fasilitas kesehatan, hingga kegiatan dakwah.