Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan penemuan subspesies baru tanaman bisbul asal Papua yang memiliki perbedaan genetik dan morfologi signifikan dibandingkan populasi asal Filipina pada Selasa (21/4/2026). Temuan ilmiah yang diberi nama Diospyros blancoi subsp. papuensis ini memperluas catatan biodiversitas di kawasan Malesia.
Dilansir dari Kompas, penelitian ini dipimpin oleh Irvan Fadli Wanda dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN. Hasil kajian mendalam tersebut telah resmi diterbitkan dalam Egyptian Journal of Botany Volume 66 Nomor 2 tahun 2026.
Tim peneliti melakukan analisis komprehensif terhadap 93 karakter morfologi yang mencakup 53 karakter vegetatif dan 40 karakter generatif. Hasilnya menunjukkan terdapat 32 karakter yang memiliki variasi berbeda secara nyata antara populasi Papua dan Filipina.
Identifikasi ini juga diperkuat melalui pendekatan molekuler menggunakan penanda DNA gen matK dan psbA-trnH. Analisis filogenetik membuktikan bahwa populasi dari Papua membentuk kelompok tersendiri yang terpisah secara genetik dari populasi lainnya.
Ketua tim peneliti memberikan rincian mengenai perbedaan fisik pada bagian reproduksi tanaman yang ditemukan di lapangan. Menurut Irvan, jumlah biji pada varietas Papua cenderung lebih banyak dibandingkan versi aslinya.
"Subspesies dari Papua memiliki jumlah biji lebih banyak, berkisar 5-10 biji per buah, dengan bentuk biji menyerupai irisan, serta kepadatan rambut pada permukaan buah yang lebih rendah," ujar Irvan Fadli Wanda, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN.
Data penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor lingkungan seperti intensitas cahaya memengaruhi morfologi, karakter reproduktif tanaman tetap stabil karena kontrol genetik. Integrasi data ini menjadi fondasi kuat dalam penetapan status taksonomi baru tersebut.
"Pendekatan kombinasi antara morfologi dan data molekuler memberikan bukti yang kuat bahwa populasi dari Papua memiliki jalur evolusi yang berbeda, sehingga layak ditetapkan sebagai subspesies baru," kata Irvan Fadli Wanda, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN.
Spesimen yang menjadi objek penelitian ini merupakan bagian dari koleksi Kebun Raya Bogor yang berfungsi sebagai pusat konservasi dan penyedia data ilmiah. Tanaman bisbul sendiri selama ini dikenal sebagai buah tropis dengan nilai ekonomi dan kegunaan dalam pengobatan tradisional.
Penemuan ini mengonfirmasi bahwa sebaran Diospyros blancoi di Asia Tenggara lebih luas dari jangkauan yang sebelumnya tercatat secara resmi. BRIN menyatakan akan terus melakukan eksplorasi biosistematika guna mendokumentasikan potensi sumber daya hayati Indonesia lainnya.