BRIN Kembangkan Teknologi Pemanenan Gas Metana dari Sampah TPA

BRIN Kembangkan Teknologi Pemanenan Gas Metana dari Sampah TPA
Foto: Ilustrasi BRIN Kembangkan Teknologi Pemanenan Gas Metana dari Sampah TPA.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemanenan gas metana dari tempat pemrosesan akhir (TPA) untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak dan sumber listrik masyarakat, Senin (25/5).

Langkah inovasi ini dilakukan guna mengoptimalkan potensi energi dari tumpukan sampah yang selama ini terbuang sia-sia, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

Teknologi tersebut dirancang secara sederhana agar mudah diterapkan di berbagai daerah dengan memanfaatkan komponen lokal yang mudah didapatkan.

Peralatan utama yang digunakan dalam sistem ini meliputi pipa, suction blower, serta unit pemurnian gas khusus.

"Teknologi ini memanfaatkan peralatan sederhana seperti pipa, suction blower, dan unit pemurnian gas. Gas metana yang terkumpul dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor maupun sumber energi untuk generator yang dimodifikasi agar dapat menghasilkan listrik dari gas metana TPA," ujar Sri Wahyono, Peneliti Ahli Utama BRIN.

Pengembangan sistem pemanenan energi ini dirancang berdasarkan pengalaman lapangan serta kolaborasi nyata dengan pengelola TPA di sejumlah daerah, termasuk di Malang.

Inovasi ini diawali lewat studi lapangan untuk mengidentifikasi karakteristik timbunan sampah serta kandungan gas metana, lalu dianalisis menggunakan perangkat lunak untuk menentukan titik optimal pemasangan sumur horizontal maupun vertikal.

Gas yang terkumpul kemudian disedot menggunakan suction blower karena tekanannya rendah, lalu melewati proses pemurnian untuk mengurangi kandungan air, karbon dioksida, dan hidrogen sulfida agar aman digunakan.

Saat ini, pasokan gas metana hasil pemanenan tersebut sudah mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan memasak warga di sekitar wilayah TPA serta menunjang operasional internal pengelola.

Meskipun kestabilan pasokan masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan, gas metana ini juga memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai penggerak pembangkit listrik skala kecil.

"Teknologi ini sebenarnya sederhana, tetapi telah terbukti dapat dimanfaatkan di beberapa TPA dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," pungkas Sri Wahyono, Peneliti Ahli Utama BRIN.

Artikel terkait

Rekomendasi