Bos Nvidia Jensen Huang Bakal ke Korea Selatan, Sinyal Kolaborasi AI Terbaru 2026 yang Banyak Dicari

Bos Nvidia Jensen Huang Bakal ke Korea Selatan, Sinyal Kolaborasi AI Terbaru 2026 yang Banyak Dicari
Foto: Bos Nvidia Jensen Huang Bakal ke Korea Selatan, Sinyal Kolaborasi AI Terbaru 2026 yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)

CEO Nvidia, Jensen Huang, dijadwalkan akan segera menginjakkan kaki di Korea Selatan dalam waktu dekat. Kunjungan ini memicu spekulasi kuat mengenai potensi kerja sama baru antara raksasa chip kecerdasan buatan (AI) tersebut dengan sejumlah perusahaan teknologi ternama di Negeri Ginseng.

Melansir laporan dari Korea Times pada Senin, 1 Juni 2026, kunjungan Huang ini dilakukan setelah dirinya menghadiri serangkaian agenda besar industri semikonduktor di Taiwan. Agenda tersebut meliputi partisipasinya dalam ajang GTC Taipei 2026 serta pameran teknologi COMPUTEX 2026 yang sangat dinanti.

Berdasarkan informasi dari sumber di kalangan industri, jadwal kegiatan Jensen Huang di Korea Selatan diperkirakan akan dimulai pada hari Jumat pekan ini. Kehadirannya kembali ke negara tersebut menjadi perhatian besar mengingat posisi Nvidia yang sangat krusial dalam ekosistem teknologi dunia saat ini.

Kunjungan Huang ke Korea sebelumnya pada Oktober tahun lalu sempat memicu kehebohan di kalangan publik dan pelaku bisnis. Saat itu, ia mengadakan pertemuan koordinasi dengan mitra strategis seperti Samsung Electronics, SK hynix, hingga Hyundai Motor Group guna membahas pasokan memori bandwidth tinggi.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas soal perangkat keras, tetapi juga mencakup strategi pengembangan chip AI generasi mendatang. Selain itu, dalam kunjungan tersebut, Huang secara resmi mengumumkan rencana untuk memasok sekitar 260.000 unit pemrosesan grafis (GPU) ke pasar Korea Selatan.

Momen santai CEO Nvidia yang pernah menjadi pusat perhatian publik:

  • Menikmati hidangan ayam goreng dan bir khas Korea di wilayah Seoul selatan.
  • Bertemu dalam suasana akrab bersama Ketua Eksekutif Samsung Electronics, Lee Jae-yong.
  • Berinteraksi santai dengan Ketua Eksekutif Hyundai Motor Group, Chung Euisun.
  • Kehadirannya di ruang publik tersebut menarik perhatian massa yang ingin melihatnya secara langsung.

Momen-momen unik ini sempat viral di media sosial dan menunjukkan kedekatan personal Huang dengan para pemimpin raksasa teknologi Korea. Hal ini dianggap sebagai simbol kuatnya hubungan bisnis yang terjalin antara Nvidia dengan para mitra manufaktur di negara tersebut.

Fokus Baru pada Robotika dan AI Fisik

Jika kunjungan sebelumnya lebih banyak menitikberatkan pada akselerator AI dan adopsi teknologinya, perjalanan kali ini diprediksi memiliki arah yang berbeda. Huang diperkirakan akan lebih banyak menonjolkan aspek teknologi AI fisik, yang di dalamnya termasuk pengembangan robotika canggih.

Dalam kunjungannya kali ini, bos Nvidia tersebut diprediksi akan menemui jajaran pemimpin tertinggi perusahaan besar lainnya. Di antaranya adalah Chairman SK Group Chey Tae-won, Chairman LG Group Koo Kwang-mo, serta Ketua Dewan Direksi Naver, Lee Hae-jin.

Selain ketiga raksasa tersebut, para pejabat tinggi dari Doosan Group juga dikabarkan masuk dalam daftar agenda pertemuan strategis ini. Mayoritas perusahaan yang ditemui Huang kali ini adalah mereka yang telah memetakan sektor robotika sebagai mesin pertumbuhan masa depan perusahaan.

Pengecualian ada pada SK Group melalui anak usahanya, SK hynix, yang statusnya memang sudah menjadi pemasok utama chip memori untuk produk Nvidia. Sementara itu, perusahaan lain yang terlibat sedang berupaya mengintegrasikan AI fisik ke dalam lini bisnis mereka masing-masing secara lebih mendalam.

Daftar perusahaan Korea Selatan yang diprediksi memperkuat kolaborasi dengan Nvidia:

Nama Perusahaan Fokus Kolaborasi Utama Target dan Inovasi
LG Group Robotika dan AI Fisik Pengembangan robot humanoid CLOiD berbasis chipset Nvidia.
Doosan Group Infrastruktur Energi & Robotika Peluncuran robot cerdas (2025) dan robot humanoid industri (2028).
Naver Cloud Digital Twin & Omniverse Replika lingkungan industri dunia nyata di ruang virtual.
SK Group Memori Bandwidth Tinggi Pasokan chip memori untuk mendukung performa GPU Nvidia.

Tabel di atas merangkum bagaimana berbagai konglomerat Korea Selatan berusaha memanfaatkan ekosistem Nvidia untuk mengakselerasi teknologi masa depan mereka. Fokus yang beragam menunjukkan bahwa pengaruh Nvidia kini telah merambah ke berbagai sektor industri di luar komputasi murni.

Peluang Besar bagi Industri Lokal Korea

LG Group menjadi salah satu pihak yang paling gencar melakukan transformasi menjadi grup bisnis yang berbasis robotika dan AI fisik. Langkah ini semakin terlihat nyata sejak LG Electronics memamerkan robot humanoid terbaru mereka yang bernama CLOiD dalam ajang CES 2026.

Menariknya, robot CLOiD ini ditenagai oleh chipset buatan Nvidia dan menjalani proses pelatihan di lingkungan digital twin menggunakan platform Isaac. LG secara konsisten menyebut Nvidia sebagai mitra strategis yang paling krusial untuk menyukseskan peta jalan teknologi robotika mereka.

Bulan lalu, Madison Huang yang menjabat sebagai Direktur Senior Pemasaran Produk Nvidia sekaligus putri Jensen Huang, telah mengawali komunikasi ini. Ia bertemu dengan CEO LG Electronics, Lyu Jae-cheol, untuk membicarakan lebih lanjut integrasi platform robotika kedua perusahaan.

Langkah serupa juga diambil oleh Doosan Group yang ingin memperluas pengaruhnya di sektor AI fisik melalui kunjungan Jensen Huang ini. Park Gee-won selaku Wakil Ketua Doosan Group sebelumnya telah mengunjungi markas Nvidia untuk membahas infrastruktur energi dan robotika.

Madison Huang juga terpantau sempat mengunjungi pusat pengembangan robotika milik Doosan saat ia berada di Korea Selatan bulan lalu. Hal ini memperkuat indikasi bahwa kerja sama antara Doosan dan Nvidia akan segera memasuki tahap yang jauh lebih teknis dan mendalam.

Doosan berencana menerapkan teknologi AI fisik ke dalam mesin konstruksi dan peralatan pembangkit listrik yang menjadi bisnis inti mereka. Dengan dukungan Nvidia, mereka menargetkan peluncuran solusi robotika cerdas tahun depan serta robot humanoid untuk kebutuhan industri pada tahun 2028.

Sementara itu, raksasa teknologi Naver kemungkinan besar akan memfokuskan pembicaraan pada pemanfaatan teknologi digital twin atau kembaran digital. Melalui Naver Cloud, mereka telah menandatangani nota kesepahaman dengan Nvidia sejak Oktober tahun lalu untuk menggabungkan platform Isaac Sim dan Omniverse.

Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah menciptakan sistem yang mampu mereplikasi lingkungan industri asli secara presisi di ruang virtual. Dengan sistem ini, kecerdasan buatan dapat melakukan analisis mendalam sekaligus mengendalikan operasi di lapangan secara otomatis dan efisien.

Menanggapi fenomena ini, Lee Kyoung-min yang merupakan analis dari Daishin Securities memberikan pandangan positifnya terhadap pasar. Ia menyatakan bahwa investor memiliki harapan besar terhadap LG dan Naver agar mampu mendapatkan momentum bisnis yang lebih kuat.

Kemitraan strategis dengan Nvidia dianggap sebagai kunci utama bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendominasi platform AI fisik di masa depan. Kunjungan Jensen Huang kali ini pun dianggap bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk membangun masa depan teknologi global.

Artikel terkait

Rekomendasi