Sektor pendidikan nasional terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangannya. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas kerja sama strategis dengan Universitas Terbuka (UT) melalui implementasi pengelolaan dana penelitian berbasis digital dalam kerangka Campus Financial Ecosystem.
Kolaborasi terbaru ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian penggunaan BNI Virtual Account Debit untuk Dana Penelitian di Jakarta pada Selasa (24/2/2026). Kerja sama ini membuat pengelolaan dana penelitian dilakukan secara terpusat, terdigitalisasi, dan tercatat secara real time, sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan riset serta pengabdian masyarakat.
Seperti diberitakan oleh Investortrust, agenda ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama dan Bisnis UT Hendrian, serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UT Dewi Artati Padmo Putri. Perwakilan BNI yang hadir meliputi Pemimpin Divisi Institutional Banking 2 Donny Chairuman dan Pemimpin Divisi Wholesale Transaction & Value Chain I Gede Widya Anantayoga beserta jajaran.
Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perluasan penetrasi layanan keuangan terintegrasi di dunia pendidikan.
"Kerja sama ini merupakan wujud komitmen BNI dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan nasional, sekaligus menghadirkan solusi pengelolaan dana yang lebih transparan, aman, dan akuntabel," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
Eko Setyo Nugroho menilai digitalisasi pengelolaan dana penelitian menjadi kebutuhan penting bagi institusi pendidikan dengan skala besar dan kompleksitas aktivitas akademik yang tinggi. Melalui sistem berbasis Virtual Account Debit, setiap transaksi dapat dimonitor secara langsung dan terdokumentasi secara sistematis.
Sebagai perguruan tinggi negeri dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memiliki lebih dari 768 ribu mahasiswa aktif yang tersebar di dalam dan luar negeri. Skala operasional yang masif tersebut dinilai membutuhkan dukungan sistem keuangan yang efisien dan terintegrasi.
"BNI melihat penguatan kerja sama ini tidak hanya meningkatkan kualitas tata kelola dana akademik, tetapi juga membuka peluang pengembangan layanan keuangan terintegrasi di lingkungan pendidikan tinggi, termasuk optimalisasi transaksi digital, pengelolaan dana institusi, serta solusi pembayaran berbasis teknologi," kata Eko.
Melalui perluasan kolaborasi ini, BNI mempertegas posisinya sebagai mitra strategis institusi pendidikan dalam mendorong modernisasi pengelolaan keuangan kampus sekaligus memperluas implementasi ekosistem keuangan digital di Indonesia.