Binus University menyelenggarakan ajang Binus Engineering Week 2026 di Binus @Kemanggisan sebagai langkah nyata dalam merespons perubahan global yang cepat. Perhelatan ini menyoroti kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta isu ekonomi hijau yang kini semakin mendesak.
Mengusung tema "Sustainable Engineering in Creating Global Impact and Competitiveness", acara tersebut menjadi titik temu bagi para pakar industri, akademisi, dan mahasiswa. Dilansir dari Medcom, forum ini bertujuan mendiskusikan peran strategis bidang teknik dalam memberikan solusi atas berbagai tantangan di tingkat global.
Kegiatan ini menampilkan beragam inovasi orisinal dari Faculty of Engineering Binus University. Peserta pameran berasal dari berbagai program studi, mulai dari Arsitektur, Teknik Sipil, Teknologi Pangan, Bioteknologi, Teknik Komputer, hingga Teknik Industri.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom. M.M., memberikan pandangannya mengenai esensi disiplin ilmu teknik saat ini. Menurutnya, teknik tidak hanya terbatas pada urusan permesinan, melainkan menjadi pilar utama dalam proses transformasi yang berdampak panjang.
"Engineering is not only about building systems, but also about building a sustainable future," ujar Rektor Binus University dalam pembukaan Binus Engineering Week 2026.
Memasuki usia ke-45 tahun, Binus University semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang berorientasi pada aksi nyata. Penyelenggaraan Binus Engineering Week 2026 menjadi salah satu representasi dari visi besar institusi tersebut.
Para pengunjung dapat menyaksikan langsung berbagai karya mahasiswa Fakultas Teknik yang dirancang khusus untuk menjawab dinamika zaman. Inovasi yang dipamerkan mencakup pengembangan sistem cerdas hingga solusi ramah lingkungan yang aplikatif bagi masyarakat dan sektor industri.
Munculnya teknologi bermanfaat dari calon insinyur masa depan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup secara luas. Kelancaran acara ini juga didukung oleh kolaborasi erat dengan sejumlah mitra industri strategis nasional.
Perusahaan yang terlibat di antaranya adalah PT Alamtri Minerals Indonesia, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Propan Raya ICC, dan PT Kapal Api Group. Kehadiran para mitra ini mempertegas pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sektor kerja dalam mematangkan riset menjadi solusi konkret.
Binus University memproyeksikan kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi ideal di mana ide-ide kreatif bertemu dengan eksekusi lapangan yang tepat. Rektor Binus University turut menekankan standar baru dalam menilai keberhasilan sebuah inovasi di lingkungan kampus.
Ia berpesan bahwa ukuran sukses sebuah terobosan tidak hanya dilihat dari volume publikasi ilmiah yang dihasilkan. Fokus utama tetap pada seberapa besar kontribusi inovasi tersebut dalam memperbaiki taraf hidup masyarakat banyak.
Binus Engineering Week 2026 diharapkan dapat memotivasi lahirnya generasi insinyur baru yang kompeten dan inovatif. Karya-karya yang dihasilkan dari rahim akademis ini diproyeksikan mampu membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional.