BINUS Engineering Week 2026 Dorong Inovasi Teknologi Hijau

BINUS Engineering Week 2026 Dorong Inovasi Teknologi Hijau
Foto: Ilustrasi BINUS Engineering Week 2026 Dorong Inovasi Teknologi Hijau.

Tantangan global yang muncul akibat krisis lingkungan dan transisi energi memerlukan respons cepat melalui inovasi lintas bidang. Dilansir dari Suara, BINUS University menjawab kebutuhan tersebut dengan menyelenggarakan BINUS Engineering Week 2026 di Kampus BINUS Kemanggisan.

Ajang bertajuk "Sustainable Engineering in Creating Global Impact and Competitiveness" ini menjadi wadah pertemuan bagi akademisi, peneliti, praktisi industri, hingga mahasiswa. Fokus utama kegiatan ini adalah membahas strategi pembangunan berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan Industry 5.0 dan kecerdasan buatan.

Rektor BINUS University, Nelly, memberikan penekanan khusus mengenai peran dunia teknik dalam menghadapi masa depan. Menurutnya, bidang teknik saat ini telah bertransformasi dan memikul tanggung jawab yang lebih besar terhadap kelestarian lingkungan.

"Engineering is not only about building systems, but also about building a sustainable future," kata Nelly saat memberikan sambutan pembukaan acara tersebut.

Mahasiswa dari berbagai program studi turut ambil bagian dalam memamerkan hasil riset mereka. Beberapa jurusan yang terlibat meliputi Architecture, Civil Engineering, Food Technology, Biotechnology, Computer Engineering, hingga Industrial Engineering.

Karya-karya yang dipamerkan menyoroti pemanfaatan teknologi hijau dan sistem digital untuk mendukung efisiensi industri. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa mulai aktif terlibat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan sosial serta lingkungan yang ada di masyarakat.

Selain pameran karya, BINUS Engineering Week 2026 juga memfasilitasi diskusi mendalam mengenai urgensi sinergi antara institusi pendidikan dan sektor industri. Hubungan kolaboratif ini dianggap sebagai kunci utama agar riset yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat diimplementasikan secara praktis.

Posisi strategis mahasiswa sebagai penggerak perubahan semakin diperkuat dengan kemampuan teknis dan gagasan adaptif mereka. Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar akan teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk menciptakan dampak positif bagi daya saing global.

Artikel terkait

Rekomendasi