Bintang Tau Ceti dalam Film Project Hail Mary Ternyata Objek Nyata

Bintang Tau Ceti dalam Film Project Hail Mary Ternyata Objek Nyata
Foto: Ilustrasi Bintang Tau Ceti dalam Film Project Hail Mary Ternyata Objek Nyata.

Penayangan film fiksi ilmiah Project Hail Mary di bioskop Indonesia pada Jumat, 17 April 2026, memicu diskusi publik mengenai keaslian bintang Tau Ceti yang menjadi latar utama misi penyelamatan Bumi tersebut. Bintang yang dikisahkan dikunjungi oleh karakter Ryan Gosling ini merupakan objek nyata di konstelasi Cetus dan bukan sekadar elemen fiksi.

Dilansir dari Detik iNET, penulis novel Andy Weir sengaja memilih Tau Ceti karena karakteristiknya yang menyerupai Matahari meskipun elemen planet di dalamnya bersifat kreatif. Berdasarkan data katalog Bayer, bintang ini juga dikenal dengan nama HD 10700 atau Gliese 71 yang terletak tepat di sebelah selatan ekuator langit.

Objek ini berjarak sekitar 11,9 tahun cahaya atau 3,65 parsec dari sistem Tata Surya kita dan dapat diamati langsung dengan mata telanjang. Tau Ceti diklasifikasikan sebagai bintang tunggal tipe G yang memiliki tingkat stabilitas tinggi dengan aktivitas bintang yang relatif rendah dibandingkan objek serupa lainnya.

Karakteristik fisik Tau Ceti meliputi massa yang mencapai 78 persen dari massa Matahari dengan suhu permukaan sekitar 5.344 Kelvin. Meskipun memiliki kemiripan spektral, bintang ini diketahui berusia lebih tua dari Matahari, yakni sekitar 5,8 hingga 7 miliar tahun, namun memiliki kandungan logam yang lebih sedikit.

Upaya pencarian kehidupan di luar angkasa telah menjadikan Tau Ceti sebagai target utama sejak tahun 1960-an karena potensinya memiliki planet di zona layak huni. Pada tahun 2017, tim astronom internasional sempat mengumumkan keberadaan empat kandidat planet super-Earth di sekitar bintang tersebut.

Dua dari kandidat tersebut, yakni Tau Ceti e dan f, diprediksi berada di zona habitable yang memungkinkan adanya air cair. Namun, studi lanjutan menggunakan teleskop ESPRESSO hingga tahun 2025 menunjukkan bahwa sinyal tersebut belum terkonfirmasi secara resmi sebagai planet karena adanya potensi gangguan aktivitas bintang.

Dalam karya fiksinya, Andy Weir menciptakan planet Adrian yang dihuni oleh organisme Taumoeba sebagai solusi plot cerita. Meskipun planet tersebut murni imajinasi, inspirasi pengembangannya tetap mengacu pada minat ilmiah nyata terhadap sistem Tau Ceti yang kini terus dipantau menggunakan James Webb Space Telescope.

Artikel terkait

Rekomendasi