Bestari PSI Sebut Megawati dan Ganjar Tak Pernah Menang Tanpa Jokowi di 2026

Bestari PSI Sebut Megawati dan Ganjar Tak Pernah Menang Tanpa Jokowi di 2026
Foto: Bestari PSI Sebut Megawati dan Ganjar Tak Pernah Menang Tanpa Jokowi di 2026. (Illustration by Pexels)

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan sindiran keras terhadap PDI Perjuangan terkait dampak hengkangnya Joko Widodo dari partai tersebut. Bestari Barus, Ketua DPP PSI Bidang Politik, menyoroti penurunan performa elektoral PDIP pasca keretakan hubungan dengan Presiden ketujuh RI tersebut.

Bestari menilai bahwa kemenangan-kemenangan besar yang diraih PDIP di masa lalu sangat berkaitan erat dengan figur Jokowi. Ia berpendapat bahwa tanpa dukungan Jokowi, PDIP kesulitan untuk memenangkan kontestasi di tingkat nasional.

Sindiran PSI Terkait Kekalahan Beruntun

Bestari mengungkapkan bahwa baik Megawati Soekarnoputri maupun Ganjar Pranowo belum berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan presiden tanpa peran Jokowi. Ia mempertanyakan keputusan PDIP yang justru memilih untuk memecat sosok yang telah berjasa memenangkan kursi kepresidenan sebelumnya.

Menurut pandangannya, kekalahan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 merupakan bukti nyata dampak dari hilangnya dukungan dari kubu Jokowi. Bestari meyakini bahwa rasa sakit hati akibat ditinggalkan Jokowi jauh lebih membekas bagi PDIP dibandingkan kekalahan dari Prabowo Subianto itu sendiri.

Berikut adalah poin utama yang disampaikan oleh Bestari Barus mengenai dinamika internal PDIP:

  • Ketidakhadiran pengaruh Jokowi dianggap sebagai faktor utama kekalahan Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024.
  • Kekalahan elektoral diprediksi tetap menjadi luka mendalam bagi internal PDIP karena melibatkan hubungan personal dengan Jokowi.
  • PSI menganggap pemecatan Jokowi sebagai langkah yang kontradiktif dengan rekam jejak kemenangan partai di masa lalu.

Pernyataan ini menegaskan posisi PSI yang menilai peran Jokowi sebagai faktor kunci kesuksesan politik selama satu dekade terakhir.

Tanggapan PDIP Mengenai Pengaruh Elektoral Jokowi

Di sisi lain, Juru Bicara PDIP Guntur Romli memberikan respons dingin terkait rencana kegiatan blusukan yang akan kembali dilakukan oleh Jokowi di berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa segala aktivitas Jokowi saat ini tidak lagi berkaitan dengan urusan PDIP.

Guntur Romli memastikan bahwa Jokowi secara resmi bukan lagi merupakan bagian dari partai berlogo banteng tersebut. Pemutusan hubungan ini terjadi secara formal setelah rangkaian Pemilu dan Pilpres 2024 usai.

Data berikut merangkum pandangan PDIP terhadap dampak elektoral Jokowi selama menjabat sebagai presiden:

Aspek Penilaian Klaim PDIP
Status Keanggotaan Sudah resmi dipecat dan bukan lagi kader.
Kontribusi Elektoral 2014-2019 Hanya menyumbang kenaikan sekitar 1 persen.
Dampak Signifikansi Dianggap tidak memberikan pengaruh besar bagi partai.

Data ini digunakan oleh pihak PDIP untuk membantah anggapan bahwa kejayaan partai semata-mata bergantung pada figur Jokowi.

Guntur Romli menekankan bahwa selama sepuluh tahun Jokowi menjabat, pertumbuhan suara partai tidak mengalami lonjakan yang drastis secara signifikan. Hal ini menjadi dasar argumen PDIP untuk tetap melangkah maju meskipun tanpa kehadiran mantan Wali Kota Solo tersebut dalam barisan mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi