Mahasiswa BEM SI Demo di Jakarta Tuntut Reformasi Anggaran Pendidikan

Mahasiswa BEM SI Demo di Jakarta Tuntut Reformasi Anggaran Pendidikan
Foto: Ilustrasi Mahasiswa BEM SI Demo di Jakarta Tuntut Reformasi Anggaran Pendidikan.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyuarakan kritik terhadap kebijakan pendidikan melalui aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 2 Mei 2026 sore. Massa menuntut pemerintah memprioritaskan kesejahteraan guru dan transparansi anggaran di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Aksi yang berlangsung di kawasan Gambir ini menyoroti ketimpangan alokasi dana negara, terutama terkait rencana program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, para demonstran tiba di lokasi sejak pukul 15.45 WIB dengan membawa atribut simbolis seperti bendera kuning dan spanduk protes.

Kritik tajam disampaikan mahasiswa mengenai rendahnya upah tenaga pendidik jika dibandingkan dengan alokasi anggaran program baru pemerintah. Hal ini dianggap mencerminkan krisis struktural dan ketimpangan akses pendidikan yang semakin lebar antara wilayah perkotaan dan daerah tertinggal.

"Banyak guru-guru kami yang hanya digaji Rp 1 juta, Rp 2 juta satu bulan. Gaji yang jauh lebih rendah dibanding pekerja SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang bahkan makanannya justru meracuni anak-anak sekolah," seru salah satu massa aksi dalam orasinya.

Mahasiswa mendesak adanya perubahan mendasar pada postur anggaran agar tidak hanya mengejar program populis. Mereka menilai sektor pendidikan tidak boleh dipandang sebagai pelengkap dalam pembangunan nasional.

"Pendidikan tidak boleh lagi jadi sektor pelengkap. Kita melihat ada ketimpangan prioritas yang nyata di mana negara lebih memilih memperluas alokasi pada program yang tidak menyentuh akar persoalan pendidikan," sambungnya.

Pernyataan resmi dari aliansi tersebut juga menggarisbawahi kekhawatiran atas komersialisasi pendidikan tinggi. Tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dinilai telah mengubah hak pendidikan menjadi barang ekonomi yang sulit dijangkau.

"Pendidikan yang seharusnya menjadi hak publik, kini perlahan berubah menjadi barang ekonomi yang hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu karena tingginya biaya seperti UKT," tulis BEM SI dalam rilis resminya yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Aksi sempat mengalami ketegangan ketika massa mencoba menembus barikade pengamanan kepolisian sekitar pukul 16.10 WIB. Kelompok mahasiswa tersebut berupaya menuju Istana Negara agar tuntutan mereka didengar langsung oleh pimpinan negara.

"Sejak awal kami mau menggelar aksi di Istana. Kami yakin jika tidak di depan Istana, suara kami tidak akan didengar oleh penguasa, oleh Presiden Prabowo," teriak koordinator aksi di atas mobil komando.

Pihak kepolisian akhirnya melakukan penutupan arus lalu lintas dari arah Jalan Medan Merdeka Barat menuju Jalan Merdeka Selatan menggunakan water barrier. Pengendara dialihkan melalui rute alternatif di Jalan Kebon Sirih karena kondisi jalan yang masih dipadati peserta aksi.

Artikel terkait

Rekomendasi