Delegasi Mahasiswa Berdampak dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (BEM FT UNSRI) telah merampungkan misi pengabdian holistik di Desa Menanggini, Kabupaten Aceh Tamiang. Selama satu bulan penuh, tim mahasiswa menjalankan program pemulihan pascabencana melalui inovasi teknologi dan aksi kemanusiaan.
Dilansir dari Kompas, rangkaian kegiatan ini dimulai dengan seremoni pelepasan oleh jajaran rektorat Universitas Sriwijaya di Gedung Kantor Pusat Administrasi (KPA), Indralaya. Dukungan penuh dari pihak kampus menjadi bekal bagi 50 mahasiswa untuk menerapkan ilmu teknik secara nyata di wilayah terdampak bencana.
Tim mahasiswa menangani krisis air bersih pascabanjir secara sistematis menggunakan teknologi geospasial. Langkah awal dilakukan dengan pemetaan sumber air menggunakan teknologi GIS untuk mengidentifikasi titik akuifer air tanah yang aman bagi konsumsi warga.
Sebagai solusi berkelanjutan, mahasiswa memasang pompa air tenaga surya berkapasitas 1 HP yang ditenagai panel surya monocrystalline. Kehadiran inovasi ini memungkinkan warga Desa Menanggini memperoleh akses air bersih secara mandiri tanpa terbebani biaya listrik bulanan.
Kualitas air yang didistribusikan ke rumah warga juga diperhatikan melalui pembangunan sistem Filtrasi Air Bersih. Teknologi ini dilengkapi lapisan penyaring sedimen dan sterilisasi untuk memastikan air memenuhi standar higienis dan terbebas dari kontaminasi berbahaya.
Restorasi Pertanian dan Pengolahan Limbah
Sektor agraris yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal mendapatkan perhatian khusus melalui program restorasi lahan. Mahasiswa memfasilitasi penggunaan traktor untuk mempercepat proses pembersihan lumpur sisa banjir yang menutupi lahan pertanian warga.
Selain pemulihan lahan konvensional, tim juga memperkenalkan model kemandirian pangan baru melalui inovasi Aquaponik Tenaga Surya. Sistem ini memungkinkan masyarakat lokal untuk melakukan budidaya ikan sekaligus sayuran organik secara bersamaan dalam satu siklus produksi.
Inovasi Wood Pellet dari Limbah Kayu
Masalah limbah kayu hanyut yang menumpuk di pemukiman warga dikonversi menjadi peluang ekonomi sirkular. Dengan mesin peletisasi, limbah biomassa tersebut diolah menjadi wood pellet yang berfungsi sebagai bahan bakar padat ramah lingkungan.
Pendampingan Psikososial dan Kemanusiaan
Di samping pembangunan infrastruktur, BEM FT UNSRI juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako secara bertahap. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan bagi warga yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.
Aspek psikologis anak-anak di lokasi bencana turut menjadi fokus melalui pendirian Sekolah Trauma Healing. Program ini diisi dengan aktivitas edukatif dan pendampingan psikososial untuk membangun kembali mentalitas tangguh generasi muda di Desa Menanggini.
"Kami hadir di Aceh Tamiang untuk membuktikan bahwa ilmu teknik bukan sekadar rumus di atas kertas, melainkan alat pengabdian yang nyata. Dari panel surya hingga sekolah trauma healing, setiap program kami dedikasikan untuk memastikan Desa Menanggini bangkit lebih kuat" ujar perwakilan tim dalam acara perpisahan.
Kehadiran tim mahasiswa di Aceh Tamiang meninggalkan jejak fisik berupa infrastruktur teknologi mandiri. Desa Menanggini kini diproyeksikan menjadi desa percontohan untuk pemulihan bencana yang komprehensif di wilayah Sumatera.