BEI Buka Kembali Perdagangan Saham MNC Digital Entertainment

BEI Buka Kembali Perdagangan Saham MNC Digital Entertainment
Foto: Ilustrasi BEI Buka Kembali Perdagangan Saham MNC Digital Entertainment.

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mencabut status penghentian sementara atau unsuspensi perdagangan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN). Langkah ini membuat saham emiten tersebut dapat kembali ditransaksikan mulai sesi I perdagangan, seperti dilansir dari Investortrust.

Sebelum keputusan ini diambil, otoritas bursa sempat menghentikan sementara aktivitas transaksi saham MSIN. Kebijakan suspensi tersebut dipicu oleh lonjakan harga saham yang signifikan pada emiten yang dikendalikan oleh Hary Tanoesoedibjo ini.

Catatan data transaksi dari BEI menunjukkan pergerakan saham MSIN mengalami lonjakan lebih dari 167% dalam kurun waktu sebulan terakhir, hingga mencapai level Rp 1320. Akumulasi kenaikan sejak awal tahun atau year to date (ytd) bahkan telah menembus angka di atas 217%.

Di sisi lain, performa keuangan perseroan juga mencatatkan pertumbuhan yang pesat sepanjang tahun 2025. MSIN membukukan lonjakan laba bersih tahun berjalan hingga hampir 140% menjadi Rp 985,01 miliar, dibandingkan perolehan periode sebelumnya yang sebesar Rp 410,75 miliar.

Pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh kenaikan pendapatan total perseroan dari Rp 3,23 triliun menjadi Rp 3,83 triliun. Nilai laba usaha perusahaan juga ikut terkerek naik menjadi Rp 636,31 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp 401,54 miliar.

Peningkatan keuntungan usaha tersebut dipengaruhi oleh keberhasilan efisiensi dalam menekan beban penjualan, beban umum, serta biaya administrasi. Selain itu, faktor pendukung lain berupa penurunan beban keuangan turut memperkuat margin keuntungan emiten media digital ini.

Faktor utama yang menjadi penyumbang terbesar dari lompatan laba bersih ini adalah realisasi keuntungan dari penjualan anak usaha. Nilai divestasi anak usaha tersebut mencapai Rp 388,49 miliar pada tahun 2025, meningkat tajam dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 52,73 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi