Bareskrim Geledah 2 Lokasi Terkait Manipulasi Ekspor Sawit Terbaru 2026

Bareskrim Geledah 2 Lokasi Terkait Manipulasi Ekspor Sawit Terbaru 2026
Foto: Bareskrim Geledah 2 Lokasi Terkait Manipulasi Ekspor Sawit Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tengah mendalami kasus dugaan manipulasi data ekspor komoditas sawit. Kasus ini melibatkan PT MMS yang diduga melakukan praktik under invoicing dalam aktivitas perdagangan internasionalnya.

Penyidik telah bergerak melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi strategis untuk mencari bukti tambahan. Langkah tegas ini diambil setelah kasus tersebut resmi dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan oleh pihak kepolisian.

Lokasi Penggeledahan dan Barang Bukti

Kombes Pol. Dr. Setyo K. Heriyatno selaku Kasubdit 1 Dittipidter Bareskrim Polri mengonfirmasi adanya tindakan penggeledahan tersebut. Ia menyebutkan bahwa proses hukum ini dilakukan secara serentak di dua lokasi berbeda yang dikelola oleh PT MMS.

Lokasi pertama yang didatangi penyidik adalah kantor pusat PT MMS yang beralamat di Jalan Ampera IV, Pademangan, Jakarta Utara. Sementara itu, lokasi kedua merupakan gudang milik perusahaan yang terletak di kawasan pergudangan Laksana, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

Daftar aset dan dokumen yang disita penyidik dari lokasi penggeledahan:

  • Berbagai dokumen resmi milik internal perusahaan.
  • Dokumen faktur atau invoice asli maupun salinan.
  • Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang pernah diajukan.
  • Sejumlah unit CPU komputer untuk pemeriksaan data digital.

Barang-barang yang diamankan tersebut saat ini berada di bawah pengawasan penyidik untuk keperluan pengembangan kasus. Polisi meyakini benda-benda tersebut berkaitan erat dengan skema ekspor yang dijalankan perusahaan selama ini.

Dugaan Praktik Under Invoicing

Penyidik saat ini menaruh perhatian besar pada dugaan manipulasi nilai ekspor atau yang dikenal dengan istilah under invoicing. Praktik ini disinyalir dilakukan untuk mengecilkan nilai asli dari komoditas sawit yang dikirim ke luar negeri.

Setyo menjelaskan bahwa pemeriksaan mendalam terhadap seluruh dokumen yang ditemukan saat penggeledahan masih terus berlangsung. Fokus utama tim adalah mengungkap sejauh mana tindak pidana ini telah berjalan dan dampaknya terhadap negara.

Berikut adalah poin utama mengenai dampak manipulasi data ekspor tersebut:

Aspek Pelanggaran Dampak dan Risiko
Manipulasi Nilai Ekspor Nilai barang yang dilaporkan jauh lebih rendah dari fakta sebenarnya di lapangan.
Kerugian Negara Potensi kerugian finansial negara yang sangat signifikan dari sektor pajak dan devisa.
Tata Kelola Dagang Mengganggu stabilitas dan transparansi sistem perdagangan komoditas strategis nasional.

Informasi dalam tabel di atas menggambarkan betapa seriusnya dampak yang ditimbulkan oleh praktik manipulasi ekspor sawit. Ketidaksesuaian data ini menjadi dasar kuat bagi Bareskrim untuk terus melanjutkan proses hukum.

Komitmen Penegakan Hukum Bareskrim

Dalam keterangannya pada Sabtu (30/5/2026), Setyo menegaskan bahwa penyidikan tidak akan berhenti pada penyitaan dokumen saja. Pihak kepolisian akan menelusuri seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam skema ilegal di PT MMS tersebut.

“Kami akan mendalami siapa saja yang memegang tanggung jawab dalam perkara ini,” tegas Setyo. Ia juga menjamin bahwa seluruh proses penegakan hukum akan dilaksanakan secara profesional dan transparan sesuai prosedur yang berlaku.

Bareskrim Polri menyatakan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran di sektor ekspor. Terlebih lagi, sawit merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki peran krusial bagi perekonomian Indonesia.

Saat ini, tim penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan sinkronisasi data dari bukti-bukti elektronik yang ditemukan. Langkah ini diharapkan dapat mengungkap jaringan atau pelaku lain yang mungkin terlibat dalam rantai manipulasi ekspor ini.

Dengan naiknya status perkara ini ke proses penyidikan, pihak berwenang berharap dapat segera menetapkan tersangka dalam waktu dekat. Penindakan tegas ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku usaha lain yang berniat melakukan tindakan serupa.

Artikel terkait

Rekomendasi