Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, DIY, siap melayani debarkasi jamaah haji tahun ini secara langsung di bandara tanpa perlu singgah ke asrama haji mulai Selasa (2/6). Langkah inovatif ini diterapkan guna memangkas jalur birokrasi dan menjaga kondisi fisik para jamaah pascapenerbangan jauh, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Kesiapan kepulangan kloter pertama tersebut didukung penuh oleh seluruh fasilitas bandara serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Sistem operasional ini mengadopsi model embarkasi berbasis hotel yang menjadi terobosan baru dalam pelayanan haji di Indonesia.
"Nanti turun dari pesawat langsung masuk ke bandara, ada ruangan di bandara yang kita siapkan untuk pemeriksaan kesehatan, dokumen, hingga proses kepulangan ke daerah asal," ujar Silvia Rosetti, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Setelah melewati pemeriksaan kesehatan dan verifikasi berkas, jamaah akan diarahkan menuju ruang doa. Dari titik tersebut, jamaah haji dapat langsung menaiki armada bus yang telah disediakan oleh masing-masing pemerintah daerah.
"Namun, jika kondisi kesehatan jamaah dapat ditangani dengan baik oleh tim medis di Bandara YIA, tidak perlu dirujuk," tambah Silvia Rosetti, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Pihak pengelola bandara juga telah menyediakan ruangan khusus untuk pemantauan suhu tubuh, pemeriksaan paspor, keimigrasian, serta pengisian kartu kewaspadaan kesehatan. Jika terdapat kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan lebih lanjut, panitia menyiapkan sistem rujukan ke RSUD Wates atau Puskesmas Temon.
Alur pergerakan jamaah haji diatur melewati area apron bandara, serupa dengan jalur keberangkatan. Metode ini diterapkan agar kedatangan jamaah haji tidak mengganggu arus pergerakan penumpang reguler di terminal kedatangan.
"Untuk pengambilan bagasi sudah kita siapkan juga tenaga pendukungnya, untuk angkut-angkut," pungkas Silvia Rosetti, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.