Dokter Sektor 1 Daerah Kerja Bandara, dr Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, memberikan peringatan kepada jemaah haji mengenai risiko gangguan lambung dan ginjal akibat konsumsi vitamin C yang sembarangan di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi pada Kamis (14/5/2026).
Pengaturan asupan vitamin menjadi krusial mengingat kondisi panas dapat memicu dehidrasi dan memperberat beban kerja organ tubuh. Peringatan ini muncul sebagai upaya menjaga kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
"Niat menjaga daya tahan tubuh sangat baik, namun penggunaan vitamin C yang kurang tepat justru bisa memicu nyeri lambung atau memperberat kerja ginjal, terutama di tengah cuaca panas yang berisiko dehidrasi," tegas dr Fathi, Kamis (14/5/2026).
Fathi menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki batasan dalam menyerap nutrisi tersebut. Pria dewasa hanya memerlukan 90 mg vitamin C per hari, sementara wanita membutuhkan 75 mg untuk menjaga imunitas harian.
"Sisanya akan dibuang melalui urin dan jika berlebih bisa memicu pembentukan batu ginjal jika kurang minum."
Terkait waktu penggunaan, jemaah disarankan tidak mengonsumsi suplemen saat perut kosong untuk menghindari iritasi. Malam hari disebut sebagai waktu terbaik karena tubuh sedang melakukan perbaikan sel secara optimal.
"Sebaiknya vitamin C diminum saat perut terisi. Ini penting untuk mencegah iritasi lambung dan memastikan penyerapan vitamin lebih optimal bersama nutrisi lainnya," ujar dia.
Selain itu, konsumsi vitamin C sebaiknya dibarengi dengan asupan zat besi dari sumber alami seperti daging sapi, ikan, atau telur. Namun, jemaah harus menghindari minum teh secara bersamaan karena dapat menghambat proses penyerapan nutrisi tersebut.
"Hindari minum vitamin C berbarengan dengan teh, karena teh menghambat penyerapan zat besi."
Aspek hidrasi juga menjadi sorotan utama dalam menjaga fungsi ginjal. Pengendapan zat sisa dari suplemen dosis tinggi dapat terjadi apabila jemaah tidak mengimbangi dengan minum air putih yang cukup.
"Vitamin C dosis tinggi yang tidak dilarutkan dengan air yang cukup dapat mengendap dan membebani fungsi ginjal," katanya.
Penggunaan suplemen tidak boleh menggantikan peran makanan bergizi. Jemaah tetap diimbau mengonsumsi buah-buahan segar yang disediakan oleh pihak katering karena kandungan seratnya yang tinggi.
"Utamakan memakan jatah buah (jeruk, apel, atau pir) yang ada di katering. Vitamin dari buah asli lebih mudah diserap tubuh dan kaya akan serat," jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, jemaah diminta segera melapor kepada petugas medis jika merasakan gejala fisik yang tidak normal. Kesadaran terhadap sinyal tubuh menjadi kunci deteksi dini masalah kesehatan.
"Jika muncul rasa perih di ulu hati, mual, atau kencing terasa pekat setelah minum vitamin, segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan petugas kesehatan," tutupnya.