Umat Islam Amalkan Bacaan Yasin dan Tahlil untuk Ketenangan Hati

Umat Islam Amalkan Bacaan Yasin dan Tahlil untuk Ketenangan Hati
Foto: Ilustrasi Umat Islam Amalkan Bacaan Yasin dan Tahlil untuk Ketenangan Hati.

Umat Islam di berbagai wilayah mengamalkan pembacaan Surah Yasin dan rangkaian doa tahlil pada Kamis, 16 April 2026, sebagai bentuk ibadah harian untuk memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Tradisi ini dilakukan baik secara individu maupun berjemaah guna mendoakan kerabat yang telah wafat serta sebagai sarana mendapatkan ketenangan batin.

Surah Yasin merupakan bagian ke-36 dalam Al-Qur'an yang terdiri atas 83 ayat. Dilansir dari Detikcom, urutan amalan ini biasanya dimulai dengan pembacaan seluruh ayat Surah Yasin secara berurutan dari awal hingga akhir sebelum memasuki rangkaian kalimat tahlil.

Rangkaian tahlil diawali dengan pembacaan Surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali yang menegaskan kemurnian tauhid. Hal ini berlanjut pada pengucapan kalimat tahlil dan takbir yang menjadi jembatan menuju pembacaan surah-surah perlindungan lainnya.

"Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Dialah Allah Yang Maha Esa.'" kata kutipan terjemahan ayat pertama Surah Al-Ikhlas.

Setelah itu, pembacaan dilanjutkan dengan Surah Al-Falaq sebanyak tiga kali sebagai permohonan perlindungan dari berbagai kejahatan makhluk dan malam. Urutan berikutnya adalah pembacaan Surah An-Nas dengan frekuensi yang sama guna memohon perlindungan dari bisikan setan.

"Allah tempat meminta segala sesuatu." bunyi ayat kedua Al-Ikhlas.

Setiap pergantian surah pendek tersebut senantiasa diselingi dengan kalimat tauhid dan takbir. Struktur bacaan kemudian beralih ke pembacaan Surah Al-Fatihah, lima ayat pertama Surah Al-Baqarah, Ayat Kursi, hingga ayat-ayat terakhir Surah Al-Baqarah.

"Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan" tulis terjemahan ayat ketiga surah tersebut.

Bagian inti tahlil mencakup pembacaan istighfar sebanyak tiga kali dan kalimat thayyibah "La ilaha illallah" sebanyak 33 kali. Seluruh rangkaian ini ditutup dengan doa tahlil yang berisi permohonan agar pahala bacaan disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, ulama, serta khususnya bagi almarhum yang didoakan.

"serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." bunyi penutup Surah Al-Ikhlas.

"Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah Maha Besar." ujar kalimat tahlil dan takbir.

"Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)" bunyi ayat pertama Surah Al-Falaq.

"dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan," lanjut ayat kedua surah tersebut.

"dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita," bunyi ayat ketiga.

"dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya)," tulis terjemahan ayat keempat.

"dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." tutup ayat kelima Al-Falaq.

"Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah Maha Besar." kata kalimat tahlil kembali.

"Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia,"" bunyi ayat pertama Surah An-Nas.

"raja manusia," lanjut ayat kedua.

"sembahan manusia" bunyi ayat ketiga.

"dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi" tulis terjemahan ayat keempat.

"yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia," bunyi ayat kelima.

"dari (golongan) jin dan manusia." tutup ayat keenam.

"Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah Maha Besar." ucap kalimat tahlil penutup rangkaian surah pendek.

"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." bunyi basmalah pada Al-Fatihah.

"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam." lanjut ayat kedua.

"Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." bunyi ayat ketiga.

"Yang menguasai hari pembalasan." lanjut ayat keempat.

"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." bunyi ayat kelima.

"Tunjukilah kami jalan yang lurus," lanjut ayat keenam.

"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." tutup Al-Fatihah.

"Alif Lam Mim." bunyi ayat pertama Al-Baqarah.

"Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." lanjut ayat kedua.

"Yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka." bunyi ayat ketiga.

"Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau, serta mereka yakin akan adanya akhirat." lanjut ayat keempat.

"Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." tutup ayat kelima.

"Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang maha esa. Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." bunyi Al-Baqarah ayat 163.

"Allah, tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar." bunyi Ayat Kursi.

"Kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." bunyi Al-Baqarah ayat 284.

"Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya', dan mereka mengatakan, 'Kami dengar dan kami taat.' (Mereka berdoa), 'Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.'" bunyi ayat 285.

"Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir." bunyi ayat 286.

"Dengan rahmat-Mu, ya Allah, yang Maha Pengasih di antara para pengasih, berikanlah kami rahmat. Wahai Yang Maha Pengasih dari segala pengasih (diulang 7 kali). Dan rahmat Allah serta berkah-Nya atas kalian, wahai Ahlul Bait. Sesungguhnya Dia Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Sesungguhnya Allah bermaksud untuk menghilangkan kotoran dari kalian, wahai Ahlul Bait, dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersholawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan." bunyi doa rahmat.

"Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung." ucap kalimat istighfar.

"Sebaik-baik zikir-ketahuilah-adalah lafal 'La il─üha illall─üh', tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan ujud." bunyi bacaan keutamaan zikir.

"Tiada tuhan selain Allah, zat yang hidup dan disembah." lanjut bacaan tersebut.

"Tiada tuhan selain Allah, zat kekal yang takkan mati." bunyi bagian akhir keutamaan.

"Tiada tuhan selain Allah." ucap zikir 33 kali.

"Tiada tuhan selain Allah. Nabi Muhammad SAW utusan-Nya." bunyi syahadat.

"Ya Allah, limpahkan shalawat untuk Sayyidina Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW)." bunyi sholawat pertama.

"Ya Allah, limpahkan shalawat untuknya (Nabi Muhammad SAW). Tuhanku, limpahkan shalawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW)." lanjut sholawat kedua.

"Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah dan segala puji hanya bagi-Nya." bunyi tasbih.

"Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan untuk kekasih-Mu, yaitu pemimpin kami, Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya semua. (3 kali). Al-Fatihah." bunyi sholawat penutup tasbih.

"Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bacalah shalawat untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." bunyi Al-Ahzab ayat 56.

"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." bunyi pembuka Fatihah kedua.

"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam." lanjut ayat kedua.

"Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang." bunyi ayat ketiga.

"Yang menguasai hari pembalasan." lanjut ayat keempat.

"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." bunyi ayat kelima.

"Tunjukilah kami jalan yang lurus," lanjut ayat keenam.

"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, and bukan (pula jalan) mereka yang sesat." tutup Fatihah.

"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu." bunyi pembuka doa tahlil.

"Ya Allah, tambahkanlah rahmat untuk pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW dan untuk keluarganya." lanjut doa sholawat.

"Ya Allah, sebagaimana Kaumuliakan kami dengan Kitab suci-Mu yang mulia dan Kautunjuki kami ke jalan yang lurus, maka berikanlah kemaslahatan untuk kami sebagai pengganti mafsadat dan sucikan kami dari kotoran yang tampak dan tersembunyi." bunyi doa kemaslahatan.

"Ya Allah, dengan Al-Qur'an lapangkanlah hati kami, mudahkan urusan kami, lipatgandakanlah pahala kami, perbaiki akhlak kami, luaskan rezeki kami, dan terangilah kubur kami." lanjut doa kelapangan hati.

"Ya Allah, jadikan, sampaikanlah, dan terimalah pahala bacaan Al-Quran kami, bacaan tahlil, bacaan tasbih, istighfar, dan bacaan shalawat kami sebagai hadiah yang bersambung dari kami, rahmat yang turun, dan keberkahan yang merata untuk kekasih kami, pemberi syafaat kami, kesenangan kami, pemimpin serta tuan kami, penolong kami, kesenangan kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, seluruh napi dan rasul, para wali, syuhada, orang saleh, para sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, ulama penulis yang ikhlas, seluruh mujahid di jalan Allah, dan para malaikat muqarrabin." bunyi permohonan pahala.

"Sampaikanlah pahala semua yang kami baca khususnya untuk (sebutkan nama-nama) almarhum/almarhumah yang dimaksud, keluarganya seisi rumah, dan kerabatnya." bunyi doa khusus arwah.

"Ya Allah, turunkanlah di kuburnya (almarhum fulan) rahmat, sinar, cahaya, kegembiraan, kesenangan, keharuman, dan kebahagiaan sejak hari ini hingga hari kebangunan dan kebangkitan. Sungguh, Kau penguasa, tuhan yang maha pengampun." lanjut doa untuk penghuni kubur.

"Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka (laki-laki). Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka (perempuan). Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat, lā ilāha illallāh, Muhammadur rasūlullāh." bunyi doa ampunan umum.

"Ya Allah, jadikanlah kubur mereka baik muslimin maupun muslimat sebagai taman surga. Jangan jadikan kubur mereka sebagai lubang neraka." lanjut doa perlindungan neraka.

"Tuhan kami, wahai Zat yang memudahkan mereka yang kesulitan, wahai Zat yang menggenapkan mereka yang patah hati, wahai Zat yang menemani mereka yang dalam kesendirian, wahai Zat yang mencukupi mereka yang fakir, wahai Zat yang menguatkan mereka yang daif, wahai Zat tempat aman dari segala ketakutan, mudahkanlah segala kendala yang menyulitkan kami. Sedangkan 'upaya' pembalikan yang sulit menjadi mudah bagi-Mu adalah sesuatu yang mudah. Tuhan kami, wahai Zat yang tidak memerlukan penjelasan dan tafsir, hajat kami kepada-Mu begitu banyak. Sedangkan Kau maha tahu dan maha lihat atas itu." bunyi doa permohonan kemudahan.

"Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami." lanjut doa ampunan orang tua dan guru.

"Tuhan kami, ya Allah, penuhilah doa kami terkait hajat kami. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (baca Surah Al-Fatihah)." bunyi doa penutup sapu jagad.

"Maafkanlah kami wahai Tuhan yang pemurah (2 kali). "Dengan kasih sayang-Mu wahai zat yang paling pengasih, kasihanilah kami. Ya Allah, berkat hakikat, rahasia, dan kemuliaan Surah Al-Fatihah, wahai Tuhan pemberi jalan dari kebingungan, pembuka jalan dari kebimbangan, wahai Tuhan yang pengampun dan penyayang hamba-Nya, ya Allah ampunilah dosa kami, tutuplah aib kami, berikan jalan atas kebingungan kami, bukakanlah jalan atas kebimbangan kami, dan damaikanlah perseteruan di antara kami. Doa mereka (ahli surga) di dalamnya adalah 'Maha suci Engkau ya Allah.' Penghormatan mereka di dalamnya adalah salam. Akhir doa mereka adalah 'Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam'." tutup rangkaian doa tahlil tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi