Astronom Temukan Sepasang Lubang Hitam Raksasa Terdeteksi Akan Bertabrakan

Astronom Temukan Sepasang Lubang Hitam Raksasa Terdeteksi Akan Bertabrakan
Foto: Ilustrasi Astronom Temukan Sepasang Lubang Hitam Raksasa Terdeteksi Akan Bertabrakan.

Para astronom mengidentifikasi sepasang lubang hitam supermasif di galaksi Markarian 501 yang sedang bergerak menuju tabrakan besar dengan dampak yang diperkirakan terasa hingga ke Bumi. Penemuan ini didasarkan pada pengamatan teleskop radio selama beberapa dekade terhadap objek bercahaya yang berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya dari Tata Surya.

Hasil penelitian mengungkap adanya pancaran energi tersembunyi yang menandakan bahwa objek tersebut bukan sekadar inti galaksi tunggal, melainkan dua lubang hitam yang berada di ambang penggabungan. Dilansir dari Detik iNET, proses tabrakan kosmik ini diprediksi akan terjadi dalam waktu kurang dari satu abad ke depan.

Analisis tim peneliti menunjukkan adanya kejanggalan pada pancaran radiasi di pusat galaksi tersebut. Alih-alih memiliki satu jet tunggal, terdapat jet kedua yang melingkar berlawanan arah jarum jam di sekitar pusat blazar, di mana masing-masing pancaran ditenagai oleh lubang hitam dengan massa mencapai 100 juta hingga satu miliar kali massa matahari.

Astronom di Institut Max-Planck, Silke Britzen, memberikan penjelasan mengenai hasil akhir dari fenomena langka yang telah diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society tersebut.

"Kami memperkirakan satu lubang hitam (hasil penggabungan) akan tersisa," ujar Silke Britzen, astronom di Institut Max-Planck.

Para peneliti meyakini bahwa peristiwa penggabungan dua objek masif ini akan melepaskan gelombang gravitasi yang sangat kuat. Kekuatannya diprediksi melampaui gelombang dari penggabungan lubang hitam yang pernah dipelajari sebelumnya, sehingga sinyal tersebut diharapkan dapat ditangkap oleh detektor gelombang gravitasi di Bumi.

Artikel terkait

Rekomendasi