Indeks Bisnis-27 mengalami penurunan pada akhir perdagangan Kamis, 30 April 2026. Berdasarkan data yang dikutip dari Market, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia ini melemah sebesar 1,90 persen dan mendarat di posisi 460,95.
Meskipun performa indeks secara keseluruhan sedang lesu, terdapat lima saham konstituen yang berhasil bertahan di zona hijau. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan kenaikan 3,28 persen menjadi Rp2.520 per lembar saham.
Langkah serupa diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang ditutup menguat signifikan sebesar 4,35 persen ke level Rp240. Selain itu, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga naik tipis 0,37 persen ke harga Rp6.850.
Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) turut menunjukkan tren positif dengan penguatan 0,78 persen ke Rp9.750. Sementara itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menguat 1,64 persen sehingga berada pada posisi Rp2.480.
Kondisi kontras terlihat pada 22 saham konstituen lainnya yang berakhir di zona merah. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) memimpin penurunan terdalam dengan terkoreksi 5,90 persen ke level Rp1.835.
Penurunan tajam juga dialami PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang anjlok 5,81 persen menjadi Rp1.215. Sementara itu, PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) melemah 5,14 persen ke posisi Rp1.755 pada penutupan hari ini.
Sektor perbankan dan tambang lainnya pun tertekan, seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 2,09 persen ke Rp5.850. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 3,61 persen ke Rp3.740, dan PT Astra International Tbk. (ASII) turun 1,24 persen ke Rp5.975.
Aktivitas perdagangan sepanjang hari ini mencatatkan volume transaksi mencapai 6,98 miliar saham. Total nilai transaksi menembus angka Rp10,60 triliun, dengan nilai kapitalisasi pasar Indeks Bisnis-27 kini berada di angka Rp3.449 triliun.
Secara akumulatif, level indeks Bisnis-27 telah terkoreksi sebesar 7,49 persen dalam sepekan terakhir. Jika ditarik sejak awal tahun atau secara year to date (YtD), performa indeks ini tercatat sudah turun hingga 16,68 persen.
Di sisi lain, indeks ini bersiap melakukan rebalancing untuk periode 4 Mei 2026 hingga 30 Oktober 2026. Terdapat delapan emiten baru yang akan bergabung menjadi konstituen dalam periode tersebut.
Daftar pendatang baru tersebut meliputi PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN). Selain itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) juga masuk dalam jajaran indeks.
Emiten lain yang turut bergabung adalah PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).
| Nama Emiten | Kode | Perubahan (%) | Harga Terakhir (Rp) |
|---|---|---|---|
| Alamtri Resources Indonesia | ADRO | +3,28% | 2.520 |
| Bumi Resources | BUMI | +4,35% | 240 |
| Vale Indonesia | INCO | +0,37% | 6.850 |
| Japfa Comfeed Indonesia | JPFA | +1,64% | 2.480 |
| Barito Pacific | BRPT | -5,90% | 1.835 |
| Mitra Adiperkasa | MAPI | -5,81% | 1.215 |
| Bank Central Asia | BBCA | -2,09% | 5.850 |