Evolusi alam semesta selama miliaran tahun kini dapat dipelajari melalui salah satu kumpulan data simulasi kosmologi terbesar yang pernah dibuat oleh para astronom. Dikutip dari Media Indonesia, proyek bernama FLAMINGO (Full-hydro Large-scale structure simulations with All-sky Mapping) ini menghasilkan total data mencapai lebih dari 2,5 petabyte atau setara dengan sekitar 500 ribu film HD.
Netherlands Research School for Astronomy (NOVA) menyatakan bahwa skala besar tersebut mencerminkan kebutuhan astronomi modern untuk menyesuaikan pengamatan langit yang semakin presisi dengan model teoretis yang sama canggihnya. Teleskop dan survei langit generasi terbaru kini mampu menangkap alam semesta dengan detail luar biasa.
Namun, memahami data tersebut membutuhkan simulasi yang mampu mereproduksi struktur besar kosmos sekaligus fisika kompleks yang terjadi di dalam galaksi. FLAMINGO dirancang untuk menjembatani kebutuhan itu.
ÔÇ£Simulasi ini memungkinkan kita mengikuti pertumbuhan struktur kosmik di wilayah ruang angkasa yang sangat luas, sambil tetap memodelkan fisika kompleks pembentukan galaksi,ÔÇØ ujar Joop Schaye, salah satu penulis studi dari Universitas Leiden, Belanda.
ÔÇ£Dengan mempublikasikan data ini, kami berharap para peneliti di seluruh dunia dapat menggunakan FLAMINGO untuk menguji berbagai ide baru tentang cara kerja alam semesta,ÔÇØ lanjutnya.
FLAMINGO bekerja layaknya alam semesta virtual yang dimulai sesaat setelah Big Bang dan berkembang seiring waktu. Simulasi ini melacak bagaimana fluktuasi kecil materi perlahan tumbuh menjadi galaksi, gugusan galaksi, hingga jaringan kosmik raksasa yang membentuk struktur alam semesta saat ini.
Kemampuan memodelkan materi gelap, materi biasa, dan pengaruh energi gelap secara bersamaan dalam satu kerangka kerja yang konsisten menjadi pembeda FLAMINGO dari banyak simulasi sebelumnya. Pendekatan tersebut memungkinkan ilmuwan mempelajari interaksi proses-proses kosmik dalam berbagai skala.
Simulasi yang sama dapat menggambarkan turbulensi gas pembentuk bintang di dalam galaksi sekaligus memetakan distribusi gugusan galaksi hingga miliaran tahun cahaya. Hal ini membantu para peneliti mereproduksi alam semesta yang dapat diamati dengan tingkat akurasi lebih tinggi.
Ukuran dataset yang sangat besar juga membuat FLAMINGO efektif untuk mempelajari fenomena langka di alam semesta. Gugusan galaksi masif, quasar bercahaya, hingga objek kosmik langka lainnya sering kali sulit ditangkap dalam simulasi kecil karena kemunculannya yang sangat jarang.
Peluang menemukan fenomena-fenomena tersebut menjadi lebih besar dengan skala FLAMINGO, sehingga para ilmuwan dapat memahami lingkungan paling ekstrem di alam semesta dengan lebih baik. Proyek ini juga diharapkan membantu astronom menafsirkan data dari observatorium generasi berikutnya.
Ketika survei langit semakin detail, para peneliti membutuhkan kerangka teori yang kuat untuk dibandingkan dengan hasil pengamatan. Simulasi seperti FLAMINGO memungkinkan ilmuwan menguji berbagai model tentang materi gelap, energi gelap, dan pembentukan galaksi secara lebih mendalam.
Tim peneliti juga telah membuka akses dataset ini untuk publik agar dapat digunakan peneliti di seluruh dunia. Langkah tersebut dinilai penting karena astronomi modern kini semakin bergantung pada kolaborasi global dan sumber daya komputasi bersama.
ÔÇ£Akses terbuka terhadap kumpulan data sebesar ini dapat mempercepat kemajuan ilmiah secara signifikan,ÔÇØ kata Matthieu Schaller, salah satu penulis studi dari Universitas Leiden.
ÔÇ£Kami ingin menyediakan sumber daya yang dapat mendukung berbagai penelitian astrofisika,ÔÇØ tambahnya.
Secara keseluruhan, FLAMINGO menandai perubahan besar dalam cara ilmuwan mempelajari kosmos. Kini, para peneliti tidak hanya mengandalkan pengamatan langsung, tetapi juga dapat melakukan eksperimen di dalam alam semesta virtual yang sangat detail untuk mengubah asumsi fisika, menguji prediksi, hingga menemukan pola-pola baru yang sebelumnya tersembunyi.
Rilis data simulasi FLAMINGO telah dikirimkan ke jurnal Astronomy & Computing pada 28 April 2026 dan juga tersedia melalui server pracetak arXiv.