Apple melaporkan pencapaian signifikan dalam penggunaan energi bersih dengan meningkatkan kapasitas energi terbarukan pada rantai pasoknya hingga lebih dari 20 GW pada tahun 2025.
Dikutip dari Lestari, jumlah ini menunjukkan pertumbuhan hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2021.
Langkah mendorong pemasok untuk beralih ke energi ramah lingkungan menjadi strategi krusial mengingat proses manufaktur produk menyumbang lebih dari separuh total jejak karbon perusahaan.
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini menetapkan ambisi besar untuk menjadi netral karbon di seluruh lini bisnis, rantai pasok, dan siklus hidup produknya pada tahun 2030.
Rencana strategis tersebut mencakup pemangkasan emisi sebesar 75 persen pada tahun 2030, dengan target jangka panjang pengurangan emisi hingga 90 persen pada tahun 2050.
Untuk merealisasikan target ini, Apple mewajibkan seluruh mitra dalam rantai pasok produksinya agar menggunakan 100 persen listrik terbarukan sebelum memasuki tahun 2030.
Program Energi Bersih Pemasok
Sejak memulai Program Energi Bersih Pemasok pada tahun 2015, Apple telah memberikan berbagai dukungan teknis dan kebijakan bagi para mitranya untuk beralih dari energi fosil.
Bantuan yang diberikan meliputi analisis data, informasi opsi pembelian energi terbarukan, hingga penyediaan kesempatan berdiskusi langsung dengan para pakar energi di bidang tersebut.
Data terbaru menunjukkan kapasitas energi terbarukan yang beroperasi di rantai pasok Apple mencapai 20,7 GW pada 2025, naik signifikan dari 18,9 GW pada 2024 dan 10,3 GW pada 2021.
Capaian Pengurangan Emisi dan Bahan Baku Daur Ulang
Penggunaan energi bersih oleh para pemasok diperkirakan telah mencegah pelepasan lebih dari 26 juta metrik ton emisi gas rumah kaca ke atmosfer pada tahun 2025.
Selain faktor energi, Apple berhasil mereduksi 2 juta ton emisi melalui penghematan energi bersama pemasok serta 6 juta ton emisi berkat pemanfaatan bahan baku rendah karbon.
Meskipun terjadi kemajuan di sektor manufaktur, Apple melaporkan total emisi gas rumah kaca tahun ini cenderung stabil akibat kenaikan emisi pada sektor transportasi produk.
Walau demikian, jejak emisi Apple secara keseluruhan saat ini masih 60 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat emisi yang mereka hasilkan pada tahun 2015.
Inovasi Material dan Keberlanjutan
Laporan lingkungan tersebut juga menyoroti keberhasilan peralihan ke kemasan yang 100 persen berbasis serat, sekaligus memenuhi janji menghapus penggunaan plastik pada tahun 2025.
Dalam hal material produk, Apple telah menggunakan 30 persen bahan daur ulang, termasuk pemanfaatan 100 persen kobalt daur ulang untuk baterai dan unsur tanah jarang pada magnet.
Di sektor sumber daya air, perusahaan menyatakan telah memulihkan lebih dari separuh air yang digunakan untuk operasional kantor global, pusat data, dan toko ritel mereka.
"Di setiap bagian bisnis kami, kami menunjukkan bagaimana inovasi dan kerja sama dapat mengubah ide besar menjadi kemajuan yang nyata," kata Sabih Khan, Direktur Operasional Apple.
Sabih Khan menambahkan bahwa mulai dari peningkatan bahan daur ulang hingga penghapusan plastik kemasan, perusahaan terus menetapkan standar baru demi kepentingan manusia dan kelestarian bumi.