Kekhawatiran mengenai robot humanoid yang akan menggantikan peran manusia dalam hal pikiran maupun fisik terus berkembang di masyarakat.
Untuk menguji kecemasan tersebut, startup robotika Figure AI menggelar sebuah kompetisi unik bertajuk "Man vs. Machine".
Kompetisi yang disiarkan secara langsung selama 10 jam tersebut mempertemukan seorang anak magang bernama Aime dengan robot humanoid andalan perusahaan, F.03.
Seperti dikutip dari Tekno, Aime berhasil memenangkan tantangan fisik berulang ini dengan menyortir paket lebih banyak daripada sang robot.
Secara keseluruhan, Aime mampu menyelesaikan penyortiran sebanyak 12.924 paket.
Sementara itu, robot humanoid F.03 hanya mampu mencatatkan total penyortiran sebanyak 12.732 paket.
Dalam tantangan ini, kedua peserta wajib mendeteksi barcode, mengambil paket, lalu meletakkannya di atas conveyor belt dengan posisi yang telah ditentukan.
Meskipun harus menerima kekalahan pada akhir perlombaan, robot humanoid F.03 sebenarnya sempat memimpin di tengah tantangan.
CEO Figure AI, Brett Adcock, mengungkapkan bahwa robot tersebut menyalip posisi Aime ketika anak magang itu sedang beristirahat ke kamar mandi.
Sebagai pekerja manusia, Aime tetap mendapatkan hak waktu makan dan jeda kerja berbayar yang sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan negara bagian California, Amerika Serikat.
Namun, setelah kembali ke arena perlombaan, Aime berhasil mengejar ketertinggalan dan kembali membalikkan keadaan hingga kompetisi selesai.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Beincrypto, selisih performa kecepatan antara manusia dan robot tersebut sebenarnya sangat tipis.
Aime mencatatkan waktu rata-rata 2,79 detik untuk menyortir satu paket, sedangkan robot F.03 menorehkan rata-rata 2,83 detik per paket.
Kelelahan Fisik Versus Kerja Nonstop
Setelah kompetisi selama 10 jam tersebut berakhir, Aime mengaku bahwa kondisi tubuhnya mulai mengalami kelelahan yang luar biasa.
Ia menyatakan jari-jarinya mengalami lecet, sedangkan lengan kirinya terasa sangat sakit akibat melakukan gerakan berulang yang konsisten.
"The human won: 12,924 vs 12,734 packages over a ten hour shift. Aime said that he was just another 30 mins away from needing to quit - his back and forearms are sore. The human goes home to sleep and the Bot (Bob) continues to work."
Kondisi fisik yang dialami oleh Aime tentu saja tidak terjadi pada robot humanoid F.03.
Robot buatan Figure AI tersebut tetap memiliki kemampuan untuk terus bekerja melintasi shift berikutnya tanpa mengenal rasa lelah.
Dampak Otomatisasi AI pada Pekerja Kantoran
Tantangan yang diinisiasi oleh Figure AI ini kembali memicu diskusi hangat mengenai eksistensi kecerdasan buatan (AI) dan robot humanoid di dunia kerja.
Walaupun robot humanoid kalah dalam pengujian fisik di gudang ini, perkembangan AI di sektor pekerjaan kantoran justru berjalan jauh lebih pesat.
CEO AI Microsoft, Mustafa Suleyman, memperkirakan bahwa sebagian besar pekerjaan profesional berbasis komputer akan mulai diotomatisasi AI dalam waktu 12 hingga 18 bulan ke depan.
Beberapa profesi yang dinilai paling rentan terdampak oleh perkembangan AI ini meliputi pengacara, akuntan, manajer proyek, hingga pekerja pemasaran.