Amazon Akuisisi Globalstar Senilai Rp 197 Triliun Perkuat Layanan Satelit

Amazon Akuisisi Globalstar Senilai Rp 197 Triliun Perkuat Layanan Satelit
Foto: Ilustrasi Amazon Akuisisi Globalstar Senilai Rp 197 Triliun Perkuat Layanan Satelit.

Amazon secara resmi mengakuisisi Globalstar, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi satelit orbit rendah Bumi (LEO), dengan nilai kesepakatan mencapai 11,57 miliar dollar AS atau setara Rp 197,7 triliun. Langkah besar ini dilaporkan pada Rabu (22/4/2026) sebagai upaya strategis untuk memperkuat jaringan internet satelit global.

Pengambilalihan ini menjadi bagian dari strategi Amazon dalam mengembangkan layanan direct-to-device (D2D) yang memungkinkan konektivitas langsung ke perangkat tanpa melalui menara seluler terestrial. Dilansir dari Money, integrasi infrastruktur Globalstar akan memperluas jangkauan layanan Amazon di wilayah terpencil yang sebelumnya tidak terjangkau jaringan kabel atau nirkabel konvensional.

Kesepakatan ini memberikan Amazon akses penuh terhadap operasi satelit, infrastruktur fisik, serta lisensi spektrum mobile satellite services (MSS) dengan otorisasi global. Melalui integrasi tersebut, layanan satelit ke perangkat mobile yang mendukung komunikasi suara dan data ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dalam ekosistem Amazon Leo.

Amazon juga tetap menjalin kerja sama dengan Apple untuk memastikan kelangsungan layanan satelit pada perangkat iPhone dan Apple Watch, termasuk fitur Emergency SOS. Globalstar sendiri telah menjadi mitra utama Apple sejak peluncuran iPhone 14, di mana Apple memegang sekitar 20 persen saham perusahaan tersebut setelah investasi pada 2024.

Perbandingan Kapasitas Jaringan Satelit
PerusahaanJumlah Satelit Saat IniTarget Masa Depan
AmazonSedang dibangun3.200 unit (2029)
Globalstar200+ unitTambahan 24 unit baru
Starlink (SpaceX)10.000 unitMelayani 9 juta pengguna

Ambisi Amazon ini memicu persaingan langsung dengan Starlink milik SpaceX yang saat ini memimpin pasar dengan 10.000 satelit. Amazon menargetkan peluncuran 3.200 satelit hingga 2029, dengan separuh di antaranya dijadwalkan beroperasi sebelum Juli 2026 demi memenuhi tenggat waktu regulasi internasional.

Meskipun telah disetujui oleh 58 persen pemegang hak suara, transaksi ini diperkirakan baru akan rampung sepenuhnya pada 2027. Penyelesaian akhir masih menunggu lampu hijau dari regulator, termasuk Federal Communications Commission (FCC), serta pencapaian target pengembangan satelit yang telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi