Umat Islam Amalkan Sholawat Busyro untuk Ketenangan dan Kelapangan Hidup

Umat Islam Amalkan Sholawat Busyro untuk Ketenangan dan Kelapangan Hidup
Foto: Ilustrasi Umat Islam Amalkan Sholawat Busyro untuk Ketenangan dan Kelapangan Hidup.

Umat Islam di berbagai daerah rutin mengamalkan Sholawat Busyro sebagai sarana memohon ketenangan jiwa dan kemudahan urusan pada Kamis, 16 April 2026. Amalan ini diyakini mampu menghadirkan kabar baik serta perlindungan spiritual dalam menjalani aktivitas harian.

Dilansir dari Detikcom, Sholawat Busyro merupakan ijazah dari Habib Seggaf bin Hasan Baharun yang mengandung permohonan rahmat bagi Nabi Muhammad SAW. Doa ini secara spesifik mencakup permohonan keselamatan untuk keluarga, anak-anak, guru, hingga para murid.

Secara teknis, Sholawat Busyro dianjurkan untuk dibaca sebanyak 41 kali setiap selesai menunaikan salat Subuh. Praktik ini merujuk pada buku Bunga Rampai Kelisanan Masyarakat Santri Kota Pasuruan karya Tristan Rokhmawan dkk yang mencatat tradisi tersebut di kalangan santri.

"Siapa pun yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, dan sepuluh kesalahan (dosa) akan dihapuskan darinya," ujar sabda Rasulullah SAW sebagaimana dikutip dari riwayat HR An-Nasa'i dalam arsip Detikcom.

Selain penghapusan dosa, Dr. Al-Habib Segaf bin Hasan Baharun melalui laman Universitas Islam An Nur Lampung menjelaskan keutamaan lain berupa kelapangan hidup. Amalan ini disebut efektif untuk menjauhkan seseorang dari rasa takut, kesulitan, serta kecemasan yang berlebihan.

Membaca Sholawat Busyro sebanyak 41 kali juga sering disepadankan dengan keutamaan membaca Surah Yasin dalam jumlah yang sama. Banyak muslim menjadikan bacaan ini sebagai wirid harian yang dibarengi dengan permohonan hajat hidup, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.

Keutamaan lain yang diharapkan para pengamal adalah perolehan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat nanti. Intensitas bersholawat juga dipandang sebagai wujud kecintaan mendalam dan upaya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi