Umat Islam Amalkan Sedekah Subuh untuk Kelancaran Rezeki

Umat Islam Amalkan Sedekah Subuh untuk Kelancaran Rezeki
Foto: Ilustrasi Umat Islam Amalkan Sedekah Subuh untuk Kelancaran Rezeki.

Umat Islam dianjurkan melaksanakan amalan sedekah pada waktu subuh setiap hari Rabu, 15 April 2026, guna mendapatkan keberkahan rezeki serta ketenangan hati melalui doa yang dipanjatkan setelahnya. Amalan ini dianggap istimewa karena disertai dengan kehadiran malaikat yang mendoakan para pemberi sedekah secara langsung.

Keutamaan waktu subuh sebagai momen bersedekah diperkuat dengan adanya jaminan dalam literatur Islam mengenai kehadiran dua malaikat. Aktivitas ini dinilai sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menjadi bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan selama ini.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, terdapat perbedaan perlakuan malaikat terhadap mereka yang menyisihkan hartanya dibandingkan dengan mereka yang menahan diri dari berbagi pada pagi hari.

"Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah, kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, 'Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang bersedekah,' sedangkan yang satu lagi berdoa, 'Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya." ujar HR Bukhari dan Muslim.

Dilansir dari Detikcom, Dedik Kurniawan dalam buku Dongkrak Rezeki menjelaskan bahwa sedekah subuh merupakan sarana dikabulkannya doa dan perlindungan dari berbagai musibah. Waktu tersebut dinilai mustajab sehingga setiap permohonan yang diiringi sedekah menjadi lebih mudah dikabulkan.

Terdapat bacaan khusus yang bisa diamalkan sebagai permohonan agar ibadah yang dilakukan diterima oleh Tuhan sebagaimana tercantum dalam buku karya Muhammad Ainur Rasyid.

"Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," kata Muhammad Ainur Rasyid, Penulis Buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari.

Penulis juga memaparkan niat yang dapat dibaca oleh seorang muslim sebelum menyalurkan sedekah subuh untuk memastikan tujuan ibadah tetap terjaga. Niat tersebut mencakup harapan untuk menghindari murka Allah dan mendapatkan perlindungan dari api neraka.

"Aku niat (bersedekah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka Tuhan, menghindari api neraka jahannam, berbelas kasih kepada saudara dan menyambung silaturahmi, membantu orang-orang yang lemah, mengikuti Nabi Saw, memasukkan kebahagiaan pada saudara, menolak turunnya dari mereka dan semua kaum muslimin, menafkahkan rizki yang diberikan oleh Allah, dan untuk mengalahkan nafsu dan setan." ujar Muhammad Ainur Rasyid, Penulis Buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari.

Selain niat dan doa penerima amal, terdapat rangkaian permohonan lain yang disarankan untuk dibaca demi kelapangan rezeki. Nasrudin Abd. Rohim dalam bukunya merinci doa syukur atas pemberian Tuhan yang tidak terputus.

"Segala puji bagi Allah, yang telah memberi rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezekiku." kata Nasrudin Abd. Rohim, Penulis Buku 5 Shalat Pembangun Jiwa.

Selanjutnya, permohonan mengenai keamanan dan nikmat yang bersifat kekal juga menjadi bagian penting dalam rangkaian doa setelah bersedekah di pagi hari. Hal ini dimaksudkan agar seorang hamba senantiasa merasa tenang dalam menjalani kehidupan.

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu nikmat yang kekal, yang tidak berpindah dan hilang. Ya Allah, aku memohon kepada- Mu keamanan pada hari ketakutan." ujar Nasrudin Abd. Rohim, Penulis Buku 5 Shalat Pembangun Jiwa.

Islah Susmian melalui buku Doa Mengundang Rezeki turut mencantumkan permohonan agar segala urusan duniawi maupun akhirat dimudahkan oleh Tuhan. Doa ini menekankan pada kepasrahan diri terhadap rahmat Allah dalam setiap kejap mata.

"Wahai Tuhanku Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu." kata HR Tirmidzi.

Sebagai penutup rangkaian amalan, umat Islam dapat memohon kelapangan dada dan kemudahan dalam setiap urusan. Doa ini bertujuan agar setiap hambatan yang dihadapi dalam pekerjaan maupun interaksi sosial dapat teratasi dengan baik.

"Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." ujar Al-Qur'an.

Artikel terkait

Rekomendasi