Telkomsel Jelaskan Alasan Kuota Internet Perlu Batasan Waktu

Telkomsel Jelaskan Alasan Kuota Internet Perlu Batasan Waktu
Foto: Ilustrasi Telkomsel Jelaskan Alasan Kuota Internet Perlu Batasan Waktu.

PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel memberikan penjelasan mengenai pentingnya batasan waktu pada layanan internet seluler berbasis kuota dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dikutip dari Teknologi, penghapusan batasan waktu tersebut dinilai berpotensi mengganggu kualitas layanan bagi masyarakat luas karena mekanisme distribusi saat ini bertujuan menciptakan pemerataan akses.

VP SIMPATI Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto, mengungkapkan bahwa akses internet merupakan kapasitas bersama antar pelanggan dan bukan kapasitas yang berdiri sendiri.

Penggunaan jaringan menurutnya harus tetap terukur agar distribusinya merata serta tidak didominasi oleh pihak-pihak tertentu yang dapat merugikan pengguna lain.

"Jika pelanggan menumpuk volume data lalu menggunakannya secara bersamaan, terutama untuk layanan berkapasitas besar, beban jaringan dapat meningkat signifikan dan menurunkan kualitas layanan pelanggan lain," kata Adhi.

Keterbatasan kapasitas jaringan ini sangat dipengaruhi oleh sumber daya alam yang terbatas, terutama terkait spektrum frekuensi radio yang digunakan oleh operator seluler.

Tanpa pengelolaan berbasis waktu, profil penggunaan jaringan menjadi sulit diprediksi, yang kemudian dapat memicu terjadinya kepadatan jaringan atau network congestion di area tertentu.

Berdasarkan visualisasi teknis perusahaan, batasan waktu berfungsi menjaga trafik data tetap berada dalam batas maksimal kemampuan infrastruktur menara pemancar atau BTS.

Adhi menegaskan bahwa akumulasi kuota tanpa batas waktu justru dapat melampaui kapasitas teknis infrastruktur saat digunakan secara bersamaan oleh banyak orang.

Kondisi ini dipandang akan merugikan mayoritas pengguna karena kecepatan akses internet dipastikan akan mengalami penurunan secara drastis saat terjadi kepadatan.

Pihak perusahaan juga menyatakan bahwa sisa kuota yang tidak terpakai oleh pelanggan tidak memberikan keuntungan tambahan bagi kas perusahaan.

"Biaya pembangunan dan pengoperasian jaringan sudah dikeluarkan sepenuhnya sejak awal untuk memastikan layanan tersedia," ujar Adhi.

Model pendapatan saat ini diposisikan sebagai imbalan atas jasa yang disediakan guna menutup biaya investasi infrastruktur yang telah dikeluarkan sejak awal.

Keuntungan yang diperoleh kemudian digunakan kembali untuk memperluas jangkauan jaringan, terutama ke wilayah-wilayah pelosok di seluruh Indonesia.

Dalam laporannya, Telkomsel tercatat telah membangun lebih dari 293.000 Base Transceiver Station (BTS) yang kini telah menjangkau hingga 97 persen populasi nasional.

Sebagai solusi bagi pelanggan, perusahaan menyediakan berbagai variasi produk seperti Paket Swadaya bagi mitra transportasi daring hingga paket khusus kuota belajar.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir adanya sisa volume data yang tidak terpakai serta menyediakan fitur rollover untuk perpanjangan masa berlaku kuota secara terukur.

Persidangan di MK ini terkait perkara nomor 273/PUU-XXIII/2025 dan 33/PUU-XXIV/2026 yang melibatkan operator, asosiasi industri, serta instansi pemerintah terkait.

Mahkamah Konstitusi menjadwalkan persidangan lanjutan pada Kamis 21 Mei 2026 untuk mendengarkan keterangan dari YLKI dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Artikel terkait

Rekomendasi