PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) merealisasikan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp3,40 triliun atau senilai Rp118,26 per lembar saham pada hari ini, Jumat (8/5/2026), bagi para pemegang saham yang terdaftar hingga akhir April lalu.
Penyaluran dana tersebut ditujukan kepada pemilik saham yang namanya masuk dalam Daftar Pemegang Saham atau tercatat pada subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per tanggal 29 April 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Market, penetapan pembagian dividen final ini mencapai total US$197,50 juta.
Penentuan nilai tukar untuk pembagian dividen menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 29 April 2026 yang berada di angka Rp17.245 per dolar AS. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah diselenggarakan pada 17 April 2026.
Dana pembayaran dividen tersebut bersumber dari perolehan laba bersih perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Emiten pertambangan yang berafiliasi dengan konglomerat Garibaldi Thohir ini tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$447,69 juta sepanjang tahun lalu.
Meskipun tetap membagikan dividen dalam jumlah besar, kinerja laba bersih ADRO mengalami penurunan signifikan dibandingkan pencapaian tahun buku 2024 yang saat itu menyentuh US$1,38 miliar. Penurunan ini dipicu oleh pendapatan usaha perseroan yang terkoreksi sebesar 9,87 persen secara tahunan menjadi US$1,87 miliar.
Kontribusi pendapatan perusahaan mayoritas masih didominasi oleh segmen pertambangan dengan nilai US$966,34 juta, serta sektor jasa pertambangan yang menyumbang US$865,28 juta. Di sisi lain, pergerakan saham ADRO di bursa pada Jumat pagi terpantau berada di posisi stagnan pada level 2.500 per lembar saham.
Secara historis, performa saham ADRO menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 3,31 persen dalam satu bulan terakhir. Sementara itu, sejak awal tahun berjalan 2026 hingga saat ini, harga saham perusahaan batu bara tersebut telah mengalami lonjakan signifikan mencapai 37,91 persen.