PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp1,98 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Senin (27/4/2026).
Keputusan tersebut menetapkan pembagian keuntungan senilai Rp100 per saham kepada para pemegang unit perusahaan. Angka ini setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 80,1 persen dari total laba bersih perseroan tahun 2025 yang mencapai Rp2,47 triliun.
Pertumbuhan kinerja keuangan yang positif mendasari kebijakan tersebut, di mana pendapatan emiten ini melesat 18,92 persen secara tahunan menjadi Rp45,73 triliun. Dilansir dari Market, kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba bersih tumbuh 11,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur AKR Corporindo, Suresh Vembu, memberikan penegasan mengenai kebijakan pengembalian modal kepada para investor yang selama ini konsisten dilakukan perusahaan. Ia menilai rasio pembagian tersebut mencerminkan tata kelola risiko yang matang.
"Kita lihat dalam 3 tahun terakhir AKRA punya dividend payout ratio di atas 80%. Jadi pada dasarnya dengan situasi ini kita bisa melihat risk management di AKRA juga sangat bagus," ujar Suresh Vembu, Direktur AKR Corporindo.
Rapat tersebut juga menjadi momen perubahan struktural perusahaan seiring dengan berakhirnya masa jabatan Suresh Vembu sebagai direktur efektif pada 30 Juni 2026. Selain agenda internal, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan rencana audit keuangan untuk periode mendatang.
Pada hari yang sama, perseroan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna menyesuaikan Anggaran Dasar terhadap regulasi KBLI 2025 tanpa mengubah lini bisnis utama. Langkah administratif ini diambil di tengah performa operasional yang terus meningkat.
Tren pertumbuhan ini diprediksi berlanjut setelah AKRA mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 26,18 persen menjadi Rp12,94 triliun pada kuartal pertama 2026. Laba bersih pada periode tiga bulan pertama tersebut juga dilaporkan naik 16,15 persen menjadi Rp656,49 miliar.