AI Kuasai Industri Drama Pendek China dan Pangkas Biaya Produksi

AI Kuasai Industri Drama Pendek China dan Pangkas Biaya Produksi
Foto: Ilustrasi AI Kuasai Industri Drama Pendek China dan Pangkas Biaya Produksi.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini telah mengambil alih kendali industri drama pendek China (dracin). Pemanfaatan AI generatif membuat proses pembuatan tayangan tersebut menjadi jauh lebih efisien dan murah, seperti dikutip dari Tekno.

Platform drama seperti FlexTV bahkan dilaporkan telah menghentikan seluruh proses syuting konvensional mereka. Mereka memilih beralih seratus persen ke sistem pembuatan drama berbasis AI.

Langkah ini diambil demi mengejar perputaran modal yang sangat cepat di industri hiburan digital tersebut.

"Semua orang mengharapkan pengembalian (modal) yang cepat. Di China, jika sebuah serial tidak balik modal dalam waktu satu bulan, industri akan menganggapnya sebagai sebuah kegagalan," kata Tang Tang, Wakil Presiden platform FlexTV.

Sebelum era AI berkembang, satu proyek drama pendek membutuhkan waktu pengerjaan selama tiga hingga empat bulan. Proses tersebut meliputi konseptualisasi, penulisan naskah, perekrutan aktor, syuting, hingga tahap editing.

Biaya produksi untuk pasar Amerika Utara bahkan bisa menyentuh angka 200.000 dollar AS. Namun, kehadiran AI memangkas waktu proses menjadi kurang dari sebulan dan merampingkan ongkos produksi sebesar 80 hingga 90 persen.

Rata-rata terdapat sekitar 470 judul drama pendek yang sepenuhnya dibuat dengan AI dirilis setiap harinya pada Januari 2026. Data efisiensi ini merujuk pada laporan yang dirangkum dari TecnologiReview.

Bos Kunlun Tech, Han "Daniel" Fang, mengatakan tren serial drama pendek yang dibuat oleh AI ini merupakan bentuk adaptasi karena rentang perhatian (attention span) manusia kini juga semakin pendek.

Transisi teknologi ini secara langsung memangkas lapangan pekerjaan bagi kru produksi tradisional. Perusahaan kini tidak lagi membutuhkan jasa kru kamera, teknisi tata cahaya, atau penata rias.

Tim produksi yang tadinya berskala raksasa kini menyusut menjadi kelompok kecil. Tim tersebut hanya berisi produser, penulis naskah, "sutradara AI", dan profesi baru yang disebut "Kurator Aset AI".

Kurator Aset AI bertugas menerjemahkan naskah cerita menjadi perintah teks (prompt) ke dalam sistem. Mereka menghasilkan gambar referensi karakter, kostum, dan adegan untuk model video AI menggunakan generator seperti Nano Banana milik Google, Seedance buatan ByteDance, atau Kling besutan Kuaishou.

Kondisi ini juga berdampak pada para penulis naskah, seperti yang dialami oleh seorang penulis lepas bernama Phoenix Zhu. Ia mengaku beban kerjanya berubah drastis dan bayarannya mulai anjlok semenjak kemunculan AI.

Tenggat waktu pengerjaan naskah kini dipangkas dari hitungan bulan menjadi hanya beberapa minggu saja. Selain itu, para penulis sekarang dituntut membuat naskah yang ditujukan agar bisa "dibaca" dan dimengerti oleh mesin AI.

"Sebelum ada AI, menulis 'Ia menatapnya dengan dingin' saja sudah cukup. Tapi sekarang, saya mungkin harus mendeskripsikannya dengan tulisan, 'Sinar cahaya dingin memancar keluar dari matanya' (agar bisa diterjemahkan oleh AI)," keluh Zhu.

Pertumbuhan Pasar dan Logika Data

Industri drama pendek China telah menjadi fenomena raksasa sejak meledak pada tahun 2018. Tayangan hiper-melodramatis ini dirancang khusus untuk layar smartphone dengan durasi singkat sekitar satu hingga dua menit.

Format ini membuat penonton bisa menyelesaikan satu musim tayangan hanya dalam waktu 30 menit hingga satu jam. Alur cerita yang penuh plot twist sengaja dibuat demi membuat penonton terus melakukan scrolling.

Pada 2024, nilai pasar dracin dilaporkan mencapai 6,9 billion dollar AS dan berhasil melampaui pendapatan film layar lebar tahunan negara tersebut. Perusahaan pembuatnya juga telah berekspansi ke luar negeri sejak 2022.

Amerika Serikat kini menjadi pasar asing terbesar yang menyumbang sekitar 50 persen dari total pendapatan global berdasarkan data firma riset DataEye. Omdia memperkirakan pasar mikrodrama global akan mencapai 14 miliar dollar AS pada tahun ini.

Meskipun industri ini kerap dicibir karena menggunakan tema yang seragam seperti balas dendam atau cinta segitiga, mantan mitra Legend Capital Shangguan Hong menilai hal ini wajar.

"Tidak ada orang yang datang menonton drama pendek untuk mengharapkan sebuah karya seni tingkat tinggi. (Sejak awal), industri drama pendek memang digerakkan oleh data secara real-time. AI hanya mempertegas logika tersebut. Dalam arti tertentu, drama pendek memang sangat cocok dipasangkan dengan AI," pungkas Hong.

Artikel terkait

Rekomendasi