Teknologi AI Deteksi Kanker Pankreas Tiga Tahun Sebelum Diagnosis

Teknologi AI Deteksi Kanker Pankreas Tiga Tahun Sebelum Diagnosis
Foto: Ilustrasi Teknologi AI Deteksi Kanker Pankreas Tiga Tahun Sebelum Diagnosis.

Tim peneliti Mayo Clinic mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi tanda-tanda awal kanker pankreas hingga tiga tahun sebelum pasien menerima diagnosis resmi. Inovasi ini memberikan harapan baru dalam menangani jenis kanker yang dikenal sulit dideteksi pada tahap awal.

Kemampuan teknologi ini dipublikasikan dalam jurnal medis Gut pekan ini, sebagaimana dilansir dari Lifestyle. Model AI tersebut bekerja dengan menganalisis kelainan pada pankreas yang sering kali belum terlihat sebagai tumor pada hasil pemindaian CT konvensional.

Statistik medis menunjukkan sekitar 80 persen pasien kanker pankreas baru terdiagnosis saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Hal ini menyebabkan angka kelangsungan hidup lima tahun bagi penderita tercatat sangat rendah, yakni hanya sekitar 13 persen.

Dokter radiologi Mayo Clinic, Ajit Goenka, menjelaskan bahwa pertumbuhan kanker pankreas tidak terjadi secara mendadak. Menurutnya, terdapat sinyal biologis yang muncul jauh sebelum gejala fisik dirasakan oleh pasien.

"Berdasarkan biologinya, penyakit ini tidak datang secara tiba-tiba. Sinyalnya sebenarnya sudah ada, kami hanya perlu menemukan cara untuk mendeteksinya," ujar Ajit Goenka, Radiolog Mayo Clinic.

Goenka menambahkan bahwa AI mampu mengenali sel abnormal pada jaringan pankreas yang membentuk lingkungan pendukung bagi kanker. Keunggulan utama teknologi ini terletak pada kemampuannya membaca perubahan tekstur jaringan yang sangat halus.

"Kalau pasien sudah bergejala dan benar itu kanker pankreas, biasanya penyakitnya sudah cukup jelas," ujar Ajit Goenka, Radiolog Mayo Clinic.

Keterbatasan pengamatan manusia menjadi alasan utama mengapa deteksi dini sulit dilakukan secara manual oleh tenaga medis. Daniel Jeong dari Moffitt Cancer Center menyebutkan bahwa fokus utama dokter selama ini adalah mencari massa tumor yang sudah nyata.

"Kami biasanya mencari massa yang dapat diukur dan mewakili kanker. Tumor harus tumbuh sampai ukuran tertentu agar dapat terlihat," kata Daniel Jeong, Radiolog Diagnostik Moffitt Cancer Center.

Meskipun teknologi ini menjanjikan, para ahli menilai arah pengembangan deteksi dini dan terapi saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Kemajuan juga terlihat pada uji klinis vaksin mRNA dan obat eksperimental daraxonrasib.

"Kami sedang membuat kemajuan besar. Memang belum membalikkan keadaan sepenuhnya, tetapi arahnya semakin menjanjikan," kata Tamas Gonda, Direktur program penyakit pankreas di NYU Langone Perlmutter Cancer Center.

Model AI ini diproyeksikan sangat bermanfaat bagi kelompok berisiko tinggi, termasuk mereka dengan riwayat keluarga kanker atau penderita diabetes. Teknologi ini diperkirakan baru siap digunakan secara luas dalam layanan kesehatan dalam waktu tiga hingga lima tahun mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi