Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono memastikan relokasi nelayan akibat proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di Pantai Utara Jawa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Kepastian ini disampaikan dalam Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta pada Senin (4/5/2026).
Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur ini tidak hanya menjadi pelindung pesisir, tetapi juga penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Penegasan mengenai nasib warga pesisir ini dilansir dari Kompas guna menghindari kekhawatiran terkait penggusuran yang merugikan masyarakat kecil.
"Relokasi nelayan ini tentunya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraannya, bukan untuk menggusur tanpa tujuan, apalagi membuatnya lebih sengsara," kata AHY, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Melalui pembangunan GSW, pemerintah memproyeksikan adanya pembukaan lapangan kerja baru yang lebih luas di kawasan Pantura Jawa. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tukar nelayan serta taraf hidup secara keseluruhan.
"Justru dengan ini kita berharap kesejahteraan nelayan itu semakin baik, nilai tukar nelayan semakin tinggi, dan pada akhirnya semakin banyak masyarakat termasuk anak-anak muda kita yang terserap ke lapangan pekerjaan di luar dari profesi nelayan," ujar AHY.
Proyek strategis ini dikategorikan sebagai agenda pembangunan jangka panjang yang membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 10 hingga 20 tahun. Mengingat skala proyek yang masif, pemerintah berencana menggandeng tenaga ahli dari mancanegara.
"Kita akan melibatkan konsultan-konsultan terbaik di dunia yang punya pengalaman, karena ini adalah proyek besar, bukan setahun dua tahun, tapi 10 bahkan hingga 20 tahun," tambah AHY.
Selain keterlibatan ahli internasional, sinkronisasi antarlembaga melalui forum koordinasi dianggap krusial dalam keberhasilan proyek perlindungan pesisir ini. AHY menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan tersebut.
"Oleh karena itu, forum-forum sementara ini jangan dianggap sebagai formalitas tetapi jadikan sebagai ruang, kita benar-benar bisa saling menyampaikan masukan," kata AHY.