Entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren Telecom, XLSmart, sukses mengintegrasikan sekitar 70 persen site jaringan perusahaan hingga akhir tahun 2025. Capaian ini disampaikan pihak manajemen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).
Percepatan integrasi infrastruktur ini dilansir dari Detik iNET telah melampaui estimasi awal perusahaan. Proses penggabungan site tersebut dilaporkan mendatangkan nilai sinergi mencapai USD 252 juta sepanjang kuartal II hingga kuartal IV pada tahun 2025.
Langkah strategis ini memberikan dampak positif terhadap optimalisasi jaringan, efisiensi operasional perusahaan, serta peningkatan kualitas layanan bagi para pengguna digital. Saat ini XLSmart tercatat melayani lebih dari 69 juta pelanggan di wilayah Indonesia.
"Dukungan pemegang saham melalui RUPST ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik, memperkuat kualitas jaringan, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Rajeev Sethi, Presiden Direktur dan CEO XLSmart.
Pihak manajemen juga terus memperluas jangkauan layanan komersial 5G seiring berjalannya proses integrasi. Jaringan generasi kelima tersebut kini telah menjangkau 43 kota dan ditargetkan akan menyelimuti hingga 88 kota di Indonesia pada akhir tahun.
Transformasi bisnis pasca-merger ini turut memicu lonjakan pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2025. XLSmart membukukan total pendapatan senilai Rp42,49 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 23 persen dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga terlihat pada nilai EBITDA yang dinormalisasi sebesar Rp20,14 triliun atau tumbuh 13 persen secara tahunan. Sementara itu, perolehan laba bersih yang dinormalisasi melonjak signifikan hingga 63 persen menjadi Rp3 triliun.