Xi Jinping dan Vladimir Putin Sepakati Kerja Sama Baru di Beijing

Xi Jinping dan Vladimir Putin Sepakati Kerja Sama Baru di Beijing
Foto: Ilustrasi Xi Jinping dan Vladimir Putin Sepakati Kerja Sama Baru di Beijing.

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani sejumlah kerja sama baru di bidang perdagangan, media, hingga energi dalam pertemuan bilateral di Beijing pada Rabu (20/5), seperti dilansir dari Media Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Great Hall of the People tersebut digelar hanya beberapa hari setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing. Usai sesi resmi, kedua pemimpin melanjutkan diskusi informal tertutup selama sekitar satu setengah jam yang membahas isu-isu sensitif termasuk perang Ukraina, konflik Iran, dan hubungan dengan Amerika Serikat.

Dalam pembicaraan tersebut, Xi Jinping menegaskan bahwa hubungan antara Tiongkok dan Rusia tetap berjalan kokoh di tengah tekanan dunia internasional.

"Kami terus memperdalam kepercayaan politik dan koordinasi strategis dengan ketahanan yang tetap tidak tergoyahkan," kata Xi Jinping kepada Vladimir Putin.

Suasana pertemuan kedua pemimpin negara ini dilaporkan berlangsung hangat dan personal. Hubungan strategis kedua negara diklaim telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah saat pembicaraan resmi dibuka.

"Sehari berpisah terasa seperti tiga musim gugur," ujar Vladimir Putin menggunakan ungkapan Tiongkok untuk menggambarkan kedekatan mereka.

Di sisi lain, situasi politik global saat ini diwarnai oleh peningkatan arus unilateralisme yang menjadi perhatian bersama. Hubungan ekonomi kedua negara sendiri terus menguat di tengah isolasi Barat terhadap Rusia akibat invasi ke Ukraina sejak 2022.

"Ada arus balik sepihak dan hegemonik yang semakin merajalela di dunia," ucap Xi Jinping melontarkan sindiran halus kepada Amerika Serikat.

Moskow kini semakin bergantung kepada Beijing sebagai pembeli utama minyak Rusia. Putin memanfaatkan konflik di Timur Tengah untuk mendorong kerja sama energi yang lebih besar dan menawarkan pasokan energi alternatif ke pasar Tiongkok.

"Rusia dan Tiongkok aktif bekerja sama di sektor energi. Kami siap terus memasok berbagai jenis energi ke pasar Tiongkok yang berkembang pesat," kata Vladimir Putin.

Selain kerja sama pasokan minyak, Rusia juga berupaya mempercepat proyek pipa gas besar Power of Siberia 2 yang melewati Mongolia. Mengenai konflik di Timur Tengah, Tiongkok bersikap lebih berhati-hati dan mengutamakan penyelesaian lewat jalur diplomasi.

"Gencatan sejahtera menyeluruh adalah hal yang paling mendesak. Melanjutkan permusuhan justru tidak bijak dan menjaga negosiasi sangat penting," ujar Xi Jinping.

Melalui pertemuan ini, posisi kedua negara dinilai semakin solid dalam menghadapi pengaruh Barat di kancah global. Rusia dan Tiongkok juga menyatakan komitmen mereka terhadap arah politik luar negeri masing-masing.

"Kami berkomitmen pada kebijakan luar negeri yang independen dan berdaulat," tegas Vladimir Putin.

Tiongkok hingga kini memilih memosisikan diri sebagai pihak netral dalam krisis geopolitik tersebut. Beijing terus menyerukan dialog untuk mengakhiri perang di Ukraina tanpa pernah secara terbuka mengecam tindakan invasi Rusia.

Artikel terkait

Rekomendasi